Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Saturday, 30 January 2016

Tugas Utama Wanita


"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”.

Asma’ binti Abu Bakar ra. pernah datang  menghadap Rasulullah SAW mewakili kaumnya untuk menanyakan kedudukan dan tugasnya sebagai wanita, yang serba terbatas dalam andil dan kesempatan beramal shalih.

“Wahai rasulullah, sesungguhnya Allah mengutamakan laki-laki dan wanita, maka kami mengimanimu dan mengikutimu. Dan kami para wanita serba terbatas dan kurang (dalam ‘amaliyah). Tugas kami hanyalah menjaga rumah dan melayani laki- laki. Kami mengandung anak-anak mereka. Sedang kaum laki-laki memiliki keutamaan dengan berjama’ah, mengurus jenazah dan berjihad. Apabila mereka berjihad, kami jaga harta mereka dan memelihara anak mereka. Apakah kami dapat menyamai mereka dalam pahala wahai Rasulullah?”

Rupanya wanita yang mewakili kaumnya tersebut merasa heran mereka tidak cukup pentind dan besar dibandingkan dengan pria. Namun, dibalik pertanyaan itu terkandung keagungan wanita generasi pertama, dalam kecintaan beramal dan berjihad islam. Yang membuat wanita iri,justru karena kaum laki-laki lebih punya banyak kesempatan untuk beramal dan berjihad. Bukan lantaran keinginan untuk bebas merdeka dari tugas-tugas rutin sebagai wanita, seperti mengandung, melahirkan, mendidik anak dan menjaga harta suami.
Namun anggapan bahwa tugas pria itu lebih penting dari para wanita, ternyata tidak dibenarkan. Rasulullah saw bersabda :

“Pernahkan kalian mendengar dari wanita pertanyaan yang lebih baik dari pertanyaan ini? Kalau semua itu (tugas-tugas rutin wanita) kalian lakukan dengan sebaik-baiknya niscaya kalian akan mendapatkan pahala sebagaimana yang didapatkan suami-suami kalian”,

Inilah yang mesti dipahami setiap muslim bahwa sesungguhnya tugas utama kaum wanita yang sering dianggap remeh oleh kebanyakan wanita masa kini, sebenarnya memiliki nilai yang besar dalam ajaran islam.
Secara garis besar ada 3 tugas utama wanita, yang membuatnya memiliki derajat yang mulia, yaitu :

Wanita Sebagai Ibu Generasi

Mengandung dan melahirkan adalah tugas wanita yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. Dari wanita lahir generasi baru,yang akan menentukan hari depan umat menggantikan pejuang-pejuang sebelumnya.
Allah mengumpamakan wanita sebagai lahan (hartsun), tempat menyemai binih dan menumbuhkan bibit baru. Jika ladang itu baik, niscaya baik pula apa yang tumbuh disana. Sebaliknya, jika ladang tersebut jelek berarti buruk pula apa-apa yang hidup diatasnya.
Oleh karena tiu tidak heran kalau musuh-musuh isalm berupaya merusah ladang ini dengan berbagai macam cara. Sebagaimana firman Allah swt :

“Apabila kalian berpaling, niscaya ia (orang-orang kafir) berjalan dibumi untuk mengadakan kerusakan padanya,menghancurkan ladang-ladang dan tanaman”. (QS Al Baqarah : 205)

Wanita Sebagai Pendidik Generasi

“Apabila mereka keluar untuk berjihad, kami jaga harta mereka”.
 
Hal ini menunjukkan peran wanita sebagai murabbiyan (pendidik) bagi anak-anak. Dengan kelembutan dan kasih sayang, wanita berkewajiban menjadikan kader-kader isalm sebagai seorang muslim kaffah (seutuhnya). Firman Allah swt :

“Dan ingatlah akan apa-apa yang dibaca dirumah-rumah kalian dari ayat-ayat Allah dan Al Hikmah (sunah nabi)”. (QS AlAhzab : 33)

Ini merupakah peringatan bagi para ibu untuk mendidik anak dengan Al Quran, memahamkan mereka dan menanamkan nilai-nilai Islam dari diri mereka. Mengajari mereka dengan Al Hikmah (sunah nabi) agar lahir generasi yang bijak.
Kualitas generasi tergantung dari pendidiknya, apakah nantinya menjadi penghuni surga atau neraka. Pada dasarnya setiap bayi itu lahir dengan kondisi fitri. Ia seperti kertas putih yang berlum terulis. Tinggal apa yang dituliskan diatasnya dan siapa yang menuliskan.

“Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanya yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. 

Wanita Sebagai Basis Rumah Tangga

Wanita ditakdirkan sebagi tempat untuk mendapatkan ketenangan (sakinah), kasih dan sayang (mawaddah dan rahmah) sebagaimana firman Allah Swt :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang”. (QS Ar Ruum : 21)

Wanita secara fitrah memang basis rumah tangga tempat pulang bagi suami dan anak-anak. Disana suami akan mendapatkan ketenangan setelah lelah dan anak akan mendapatan pendidikan serta rasa aman. Oleh karena itu Allah juga berfirman :

“Dan tetaplah tinggal dirumah-rumah dan janganlah kalian berhias dengan cara jahiliyah”. 
(QS Al Ahzab : 33)

Semoga para wanita Islam mampu mewujudkan tugas-tugas mulia tersebut. Amiin...

Wednesday, 27 January 2016

HIkmah

Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dan Al Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Ibu Mas'ud ra. bahwa dia berkata : "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat dari surat Al Baqarah di permulaan siang, maka ia tidak akan didekati syaitan sampai sore. Dan jika membacanya sore hari, maka ia tidak akan di dekati oleh syaitan sampai pagi dan ia tidak akan melihat sesuatu yang dibendi pada keluarga dan hartanya".

Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabrani dalam Kitab Al Kabair dan Al Hakim dalam Shahihnya, Dari Ibu Mas'ud ra, Nabi Saw bersabda :
"Barangsiapa membaca sepuluh ayat ; empat ayat di awal surat Al Baqarah, ayat kursi dan dua ayat sesudahnya, serta ayat-ayat terakhir dari Al Baqarah tersebut, maka rumahnya tidak akan dimasuki syaitan sampai pagi".

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda :
" Barangsiapa membaca ayat-ayat terakhir surat Al Hasyir pada waktu malam atau siang maka Allah akan menjamin baginya syurga". (HR Al Baihaqi)

Saturday, 23 January 2016

Semua Balasan dan Pahala adalah dari Allah swt

Allah swt tidak akan menarik suatu kenikmatan melainkan Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Tentunya, hal ini kita dapat bersabar dan selalu mengharap balasan pahala dari Allah swt.
Rasulullah saw bersabda ;
"Barangsiapa Aku (Allah swt) cabut penglihatan kedua matanya, lalu dia bersabar, maka Aku akan menggantikannya dengan balasan syurga."

Barangsiapa kehilangan anaknya dan dia bersabar, maka Allah akan membina rumah yang dinamakan dengan rumah Al Hamd di dalam syurga. Janganlah pernah mengeluh terhadap satu musibah, sebab apabila satu musibah menimpa seseorang maka Allah akan memberikan pahala, pengganti dan ganjaran yang melimpah disisi Allah swt.

Allah swt berfirman ;
"(Sambil mengucapkan) Salamun 'alaikum bima shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS 13 : 24)

Maka berbahagialah kepada orang yang dilanda musibah dah tahniah kepada mereka yang di timpa bala bencana.

Usia dunia ini sangatlah pendek dan perbendaharaannya sedikit. Sementara akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Siapa yang mengalami kesusahan di alam dunia, maka dia akan menjalani hidup tentram di alam akhirat.
Apasaja yang terdapat di sisi Allah swt adalah lebih baik, kekal, bahagia,mulia agung dan lebih terhormat.

Sumber :
khamsata wa 'isyruuna sababan lis-sa'adah -
Dr. 'Aidh bin Abdullah Al Qarny

Friday, 22 January 2016

Etika Bercanda Dalam Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Seorang lelaki pernah datang kepada Imam Abu Hanifah rahimahullah, kemudian bertanya, "Bila saya sudah melepas baju dan hendak menyebur ke sungai untuk mandi, apakah saya harus menghadap kiblat?"
Mendengar pertanyaan itu, Imam Abu Hanifah langsung menjawab, "Yang lebih afdhal hendaknya wajahmu menghadap ke arah bajumu supaya tidak di curi orang."
Canda sang Imam langsung mengundang senyum orang-orang yang ada di sekitarnya. Canda merupakan bumbu dalam kehidupan, secukupnya saja di taburkan sebagai penghias kehidupan.
Islam sebagai agama yang paling sempurna tidak lepas dalam memberikan adab dalam bercanda. Diantara adab bercanda yang harus diperhatikan antara lain ;

1. Tidak berbohong dalam bercanda
Rasulullah saw mengecam mereka yang membuat tertawa orang lain dengan membohonginya.
"Celakalah bagi orang yang berbicara (bercerita) lalu berbohong untuk membuat orang-orang tertawa dengan cerita bohongnya itu. Celaka baginya! Celaka baginya! Celaka baginya!" (shaihul jaami')

2. Tidak berlebih-lebihan dalam bercanda
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Hurairah ra "janganlah engkau banyak tertawa, karna sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati." (shahihul jaami')

3. Tidak mempermainkan sesama muslim
Bercanda bila sudah kelewat batas menyebabkan seseorang mempunyai sifat iseng. Seakan akan tidak ada lagi perbuatan yang lebih baik daripada yang ia lakukan.
Rasulullah saw berpesan, "Janganlah seseorang melakukan perbuatan yang dapat mendatangkan mudharat bagi dirinya dan orang lain". (Hadist syarif)

4. Tidak mengolok-olok dan menghina orang lain serta tidak melakukan ghibah.
Tergelincirnya lidah bisa disebabkan oleh canda yang tidak proporsional, sehingga meluas tidak terkendali. Dan bila setan sudah ikut andil didalamnya maka mulailah saling olok dan hina diantara mereka untuk memancing tawa.
Sebagaimana yang dikhawatirkan khalifah Umar bin Abdul Aziz, "Takutlah kalian pada canda, karena canda yang dungu dapat mewariskan rasa dengki."

5. Tidak memperolok AlQuran dan sunnah Rasululllah saw
Dalam hal ini Allah swt berfirman dalam surat At Taubah ;65 yang artinya ;
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka akan menjawab : Sesungguhnyabkami hanya bersenda gurau dan bermain main saja. Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok."

Satu hal yang harus diperhatikan seorang muslim adalah Rasulullah saw memerintahkan agar meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw ;
" Sebagian dari tanda bagusnya kualitas keislaman seseorang adalah jika mampu meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya." (HR Muslim)

Wednesday, 18 November 2015

Nasihat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW pernah memberikan tiga nasihat kepada kedua sahabatnya Abu Dzar dan Abu Abdurrahman bin Jabal ;
"Bertaqwalah kepada Allah SWT dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji." (HR Tirmidzi)

Dalam nasihat Rasulullah SAW diatas layak kita perhatikan sebab berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Bertaqwalah dimanapun berada

Nasihat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus senantiasa menjaga ketaqwaan kita setiap saat. Menjaga ketaqwaan memang tidaklah mudah, kecuali dengan usaha yang ekstra keras.

Suatu ketika sahabat Umar bin Khatab bertanya kepada Ubay bin Ka'ab,
"Apakah taqwa itu?"
Ubay bin Ka'ab balik bertanya ;
"Pernahkah kamu melalui jalan yang berduri?"
Umar menjawab "Pernah"
Ubay menyambung "Lalu apa yang kamu lakukan?"
Umar mnjawab "Aku berhati-hati, waspada,  dan penuh kesungguhan."
Maka Ubay berkata "Maka demikian pulalah taqwa."

Kebaikan yang menghapus kesalahan

Setiap manusia pasti pernah melakukan salah/dosa, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari.
Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "seedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api"
Sedangkan dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah mohon maaf yang bagi orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasul SAW selalu meminta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya bekata "inilah orangnya, yang membuat aku di tegur oleh Allah SWT... (QS Abassa)
Lalu bawalah hadiah atau makanan kepada orng tersebut, begitulah anjuran Rasul SAW.

Akhlak yang terpuji

Akhlak adalah tata niai dan aturan perilaku bagi seorang muslim. Akhlk terpuji adalah keharusan dari setiap muslim.
Dari beberapa jenis akhlak kit terhadap orang lain , yang perlu kita perhatikan adalah akhlak terhadap tetangga.

"Barang siapa yang beriman kepada allah dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya." (HR Bukhari,Muslim dan Ibnu Majah)

Demikian nasihat Rasulullah SAW, semoga kita mampu untuk melaksanakan nasihat tersebut. Amin

Thursday, 29 October 2015

Dunia Butuh Islam

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةٗ لِّلنَّاسِ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٢٨

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS. Saba’ : 28)

Sekarang ini manusia dilanda berbagai persoalan yang sangat pelik. Satu masalah belum selesai diatasi dan dipecahkan sudah muncul lagi persoalan yang lebih pelik. Persoalan rusaknya moralitas masyarakat juga melanda dimana-mana. Sementara dalam masalah ekonomi karena sistem yang tidak benar dan moralitas pengendali ekonomi yang bobrok, maka yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Persoalan hidup yang begitu banyak telah membuat manusia tidak tahu harus berbuat apa dalam hidup ini. Akibatnya apa saja yang dilakukan oleh manusia tanpa mempertimbangkan baik dan buruk. Maka terjadilah kerusakan yang ditimbulkan dimuka bumi ini baik kerusakan secara fisik maupun kerusakan secara moral.

Allah SWT memang telah mensinyalir berbagai kerusakan yang terjadi dimuka bumi ini merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri, Allah SWT berfirman :

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).  (QS Ar Rum : 41)

Perbuatan mereka yang suka merusak itu disebabkan karena meraka menduga apa yang dilakukan manusia didunia ini tak ada pertanggung jawabannya dalam kehidupan akhirat nanti. Prinsip mereka itu telah dikemukakan oleh Allah SWT dalam firmannya :

وَقَالُوٓاْ إِنۡ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ ٢٩

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan" (QS. AlAn’am : 29)

Berbagai persoalan yang melanda umat manusia di dunia ini tak boleh dibiarkan terus berlangsung, manakala kita tak ingin terjadi yang lebih besar lagi. Untuk bisa memecahkan persoalan dunia ini, tentu saja harus dengan ajaran atau ideologi yang memang mampu mengatasinya. Ajaran atau ideologi yang mampu mengatasi berbagai persoalan dunia sekarang dan masa yang akan datang tidak lain dan tidak bukan adalah ISLAM.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan Islam sangat dibutuhkan oleh umat manusia di dunia ini dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan.

1. Orientasi ajaran Islam selalu mengarah pada kebaikan, perbaikan dan kebenaran yang kemudian disebut dengan kemaslahatan hidup.

2. Islam merupakan satu-satunya agama yang ajarannya syamil (menyeluruh) dalam arti agama yang mengandung aturan untuk mengatur berbagai aspek kehidupan.

3.  Islam merupakan agama yang universal, sehingga berlakunya ajaran Islam tidak hanya di satu tempat, tetapi juga di berbagai belahan bumi lainnya.

4.  Islam merupakah agama yang berdasarkan wahyu yang kebenarannya mutlak, sementara ideologi lain merupakan hasil pemikiran manusia yang sangat terbatas.

5.  Dari segi penegakan hukum, ditengah-tengah begitu rusaknya moralitas umat manusia sekarang ini yang berakibat timbulnya berbagai malapetaka, sangat diperlukan adanya sistem hukum yang adil, tegas dan tentu saja rasional. Hukum-hukum lain sama sekali tidak bisa diandalkan, hanya hukum dalam Islamlah yang bisa dijadikan pedoman.

Demikianlah secara umum beberapa alasan mengapa Islam menjadi kebutuhan umat manusia, dan tentu masih banyak alasan lainnya. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita bisa meyakinkan kepada dunia bahwa mereka sebenarnya butuh kepada Islam, cuma kebanyakan tidak menyadarinya.

Maka bila hari ini kita mendambakan keadilan, ketentraman, kedamaian atau kebahagiaan, segeralah kembali kepada Islam.

Wallahu a’lam bi shawwab...




Tuesday, 15 April 2014

Sunah Setelah Bangun Tidur

Islam adalah agama yang indah, setiap aspek kehidupan telah diatur ataupun sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Salah satu yang akan kita bahas di sini adalah sunah-sunah Rasulullah SAW setelah bangun tidur. Berikut ini sunah-sunah Rasulullah SAW setelah bangun tidur ;

1. Membasuh wajah dengan tangan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda , “Rasulullah kemudian bangun tidur, lalu duduk sambil mengusap (bekas) tidur di wajah beliau dengan tangan beliau”. (HR. Muslim)

2. Membaca doa bangun tidur.
Alhamdulillaah illadtii ahyanaa ba’da maa a maa tanaa wa i layhi nnusyuw ru.
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku setelah mematikan aku dan kepada-Nya-lah aku kembali. (HR. Bukhari)

3. Memakai siwak.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika bangun tidur menggosok mulutnya dengan siwak”. (Muttafaq’alaih)

4. Menghisap air ke dalam hidung.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Tatkala salah seorang di antara kalian bangun tidur, hendaklanya dia menghisap air ke hidung sebanyak tiga kali, sesungguhnya setan menginap di lubang hidungnya.” (Muttafaq ‘alaih)

5. Membasuh kedua belah tangan tiga kali.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Ketika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya hendaknya dia tidak mencelupkan tangannya ke dalam tempat (air) sampai dia membasuh tangannya itu sebanyak tiga kali.” (Muttafaq ‘alaih)

Itulah sunah-sunah setelah bangun tidur yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, semoga dengan kita menjalankan sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kita bisa mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti. Amin



Keutamaan Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu merupakah sebuah aktivitas yang mutlak diperlukan setiap manusia, terlebih manusia mukmin. Apabila kita perhatikan isi Al Qur'an dan Al Hadist, maka akan kita dapati banyak perintah yang mewajibkan setiap muslim laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu, antara lain :

"Menuntut ilmu adalah fardlu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan." (HR. Ibnu Abdu Bari)

"Barang siapa menginginkan kebahagiaan di dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, dan barang siapa yang ingin (selamat dan bahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula, dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu tentang keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi seorang muslim, menuntut ilmu merupakan ibadah yang sangat afdhal. Disamping akan mendapatkan penghargaan disisi manusia, disisi Allah pun para ahlul 'ilmi memiliki kedudukan yang sangat mulia. Diantara keutamaan menuntut ilmu antara lain ;

1. Mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT

"Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kaki di waktu pagi (maupun petang) kemudian mempelajari satu ayat dari kitab Allah, maka pahalanya lebih baik daripada ibadah satu tahun." (Hadist Syarif)

2. Diangkat derajatnya disisi Allah dan disisi manusia

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan diantara kamu beberapa derajat." (QS. Al Mujadalah : 11)

3. Dapat membentengi umat dai kesesatan para penyesat

"Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari dada-dada manusia, melainkan Ia mencabutnya dengan cara mematikan para ulama. Dan dikala tidak ada lagi seorang alim pun yang hidup, manusia akan menjadikan orang-orang bodoh (dari sisi agama) sebagai pemimpin. kemudian mereka ditanya (dimintai fatwa). Mereka (orang yang jahil tsb) berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan." (HR. Bukhari)

4. Merupakah salah satu jalan utama mencapai surga

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya dengan ilmu itu jalan untuk masuk surga." (HR. Muslim)

5. Sebaik-baik aktivitas

"Sebaik-baik dari kalian adalah (orang) yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Monday, 4 March 2013

Larangan-larangan Rasulullah SAW

Dalam kehidupan sehari-hari,disadari atau tidak,sering kita melakukan perbuatan yang sebenarnya dilarang oleh Rasulullah SAW. Hal ini dapat terjadi karena kejahilan (ketidak mengertian) kita terhadap sunnah Rasulullah SAW.
Berikut ini beberapa hal yang dilarang Rasulullah SAW untuk kita lakukan. Larangan-larangan tersebut ada yang sampai pada tingkatan haran,ada yang sekedar makruh (dibenci oleh Allah SWT). Tapi jelas,meninggalkan laranga-larangan berikut ini adalah lebih utama.

1.    Melawak (memancing orang lain agar tertawa) dengan kebohongan
“Celakalah bagi orang yang berkata dan berbohong untuk menjadikan orang lain tertawa karenanya. Celakalah ia,celakalah ia.” (HR. Ahmad,Tirmidzi dan Abu Dawud)
2.    Tertawa karena orang lain kentut
“Rasulullah SAW melarang tertawa (menertawai orang) karena kentut.” (HR. Ahmad,Bukhari dan Muslim)
3.    Terlalu banyak tertawa
“Jangan banyak tertawa,karena sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati.” (Shahif Al Jami’ Ash Shogir)
4.    Bernadzar
“Jangan kalian bernadzar,karena nadzar itu sedikit pun tidak dapat mempengaruhi takdir. Dan hanyasanya nadzar itu dikeluarkan dari orang yang pelit.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
5.    Memaksakan diri menjamu tamu
“Janganlah salah seorang diantara kalian memaksakan diri untuk tamunya dilura kemampuannya.” (HR. Ad Dailami)
6.    Mengambil barang orang lain tanpa izin,baik secara bercanda atau serius
“Janganlah salah seorang diantara kalian mengambil barang milik temannya (tanpa ijin) baik secara main-main atau serius. Dan jika ia mengambil tongkat temannya hendaklah segera dikembalikan kepadanya.” (HR. Ahmad,Abu Dawud dan Tirmidzi)
7.    Memuji orang lain secara berlebihan
“Celaka kamu,kamu telah memenggal leher temenmu,barang siapa diantara kamu mau tidak mau harus memuji saudaranya  hendaklah ia mengatakan : “Aku mengenal si Fullah dan Allah-lah yang menilainya,dan aku tidak memuji seseorang melebihi pengetahuan Allah. Saya menilai si fulan begini…begini…” Jika ita tahu yang baik darinya.” (HR. Ahmad,Bukhari dan Muslim)
8.    Melakukan shalat dalam kondisi makanan sudah tersedia atau sambil menahan buang air kecil atau besar
“Tidak sempurna shalat dalam kondisi mekanan sudah tersedia,dan tidak sempurna juga shalat orang yang menahan buang air kecil atau besar.’ (HR. Muslim dan Abu Dawud)
9.    Mendatangi masjid dengan tergesa-gesa untuk mengejar shalat agar tidak ketinggalan
“Jika kalian mendatangi shalat,hendaklah kalian datang dalam keadaan tenang,dan janganlah kalian mendatanginya dengan tergesa-gesa,maka apa yang kalian dapatkan shalatlah,dan apa yang ketinggalan sempurnakanlah.” (HR. Ahmad,Bukhari dan Muslim)
10.    Membunuh binatang dengan api
“Sesungguhnya tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Allah tuhan api.” (HR. Abu Dawud)
11.    Menunda pembayaran hak orang lain
Dari Abu Hurairah ra. : “sesungguhnya Rasulullah SAW  bersabda : “Orang yang mampu membayar hak orang lain namun menunda pembayarannya merupakan kedzaliman. Dan apabila terdapat hutang yang dialihkan kepada salah seorang diantara kalian dalam keadaan mampu maka terimalah pengalihan itu.” (Muttafaqun Alaihi)
12.    Duduk diantara dua orang kecuali dengan ijin keduanya
“Rasulullah SAW melarang seseorang duduk diantara dua orang kecuali dengan seijin keduanya.” (Hadist Hasan menurut Al Albani)
13.    Membiarkan api menyala,sementara kita tidur
Dari Ibnu Umar ra. : Dari Nabi SAW, ia bersabda :”Janganlah kalian meninggalkan api di rumah-rumah kalian ketika kalian tidur.” (Muttafaqun alaihi)
Dan suatu saat ketika Rasulullah SAW mendengar berita kebakaran rumah salah seorang sahabatnya,beliau bersabda : “Sesungguhnya api itu musuh kalian, maka apabila kalian tidur,padamkanlah.”(Muttafaqun alaihi)
14.    Mencabut uban
“Janganlah kalian mencabut uban,karena sesungguhnya uban itu merupakan cahaya bagi seorang muslim pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
15.    Masuk masjid dalam keadaan membawa bau yang busuk (tidak sedap)
“Barang siapa yang makan bawang merah,bawang putih dan kurrots (sayur yang mirip bawang merah) maka janganlah mendekati masjid kami,karena sesungguhnya malaikat terganggu,sebagaimana manusia terganggu darinya.” (HR. Muslim)

Demikian diantara larangan-larangan Nabi SAW. Memang,larangan Allah dan Rasul-Nya kadang terasa indah dan nikmat. Namun yakinlah,dibalik keindahan dan kenikmatan larangan itu tersimpan kerugian dan kecelakaan bagi yang melakukannya. Sebaliknya perintah Allah dan Rasul-Nya kadang terasa pahit dan pedih. Namun yakinlah dibalik kepahitan dan kepedihan itu tersimpan keuntungan dan kebahagiaan bagi yang melakukannya.
Mari kita tinggalkan larangan Allah dan Rasul-Nya sejauh-jauhnya,agar kehidupan kita terbimbing hidayah-Nya. Semoga kita mampu melaksanakannya.

Wednesday, 20 February 2013

Meraih Sehat Secara Islami

Sehat tidak selalu identik dengan gemuk dan tidak memiliki penyakit. Bahkan kelebihan berat badan jutru menjadi penyebab munculnya penyakit, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung dan stroke.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli kedokteran menyimpulan bahwa ada empat faktor yang menentukan kesehatan seseorang. Ke empat faktor tersebut adalah :
  1. Gaya hidup dan perilaku kesehatan
  2. Keturunan
  3. Kondisi lingkungan
  4. Mutu pelayanan yang tersedia
Islam sebagai agama yang paling komplit dan sempurna jika dibanding agama-agama lain, sangat besar perhatiannya terhadap kesehatan.  Kesehatan adalah rahmat Allah swt yang sangat besar nilainya dan karenanya menjadi kewajiban setiap muslim untuk menjaganya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kita memiliki kesehatan prima.

Berperilaku Hidup Bersih
Kebersihan merupakan tanda dari keimanan seseorang dan Allah swt sangat mencintai orang-orang yang menjaga kebersihan.
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah : 222)
"Kebersihan itu sebagian dari iman" (HR. Muslim)
"Islam itu bersih, maka berperilakulah bersih, sesungguhnya orang tidak akan masuk syurga kecuali dalam keadaan bersih." (HR. Ad Dailami)

Makan dan Minum Yang Halal dan Baik
Ajaran islam mengharuskan mengkonsumsi makanan dan minuman yang jelas kehalalannya dan terhindar dari keragu-raguan tentang hukumnya. "Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kalian kepada apa-apa yang tidak meragukan kalian." demikian sabda Nabi saw.
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik bagimu dari apa yang ada dibumi..." (QS. Al Baqarah : 168)
"Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A'raf : 31)

Istirahat Secukupnya
Salah satu istirahat yang baik adalah tidur, sebagaimana firman Allah swt : 
"Dan Kami telah menjadikan tidur kamu untuk istirahat." (QS. An Naba' : 9)
"Dan Dia-lah yang telah menjadikan untukmu malam sebagai pakaian dan tidur sebagai istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk mencari nafkah." (QS. Al Furqan : 47)

Bekerja Sebatas Kemampuan
Islam melarang kita memaksakan diri mengerjakan sesuatu diluar kesanggupan kita. "Allah tidak akan membebankan seseorang melainkan sebatas kemampuannya." (QS. Al Baqarah : 286)

Menjaga Jarak  Dengan Penderita Penyakti Menular
"Orang yang sakit menular jangan dibawa mendekata orang sehat." (HR. Bukhari & Muslim)  

Segera Berobat Ketika Sakit
Semua penyakit pasti ada obatnya kecuali tua/pikun. Dalam suatu hadist disebutkan bahwa Nabi saw bersabda : "Berobatlah kamu sekalian (bila Sakit), karena sesungguhnya Allah swt tidak mendatangkan suatu penyakit kecuali mendatangkan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu pikun." (HR. At Turmudzi)

Meningkatkan Stamina Tubuh
Hal ini dilakukan dengan meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat bagi tubuh kita. Sabda Nabi saw : "Sebagian dari tanda sempurnanya islam seseorang adalah meniggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya." 

Membiasakan Puasa 
Manfaat puasa dari segi kesehatan, antara lain ; 
  • memperbaiki sel-sel alat penceraan 
  • akan mengurangi lemak sehingga terhindar dari penyakit darah tinggi dan stroke
  • dengan berpuasa tenaga yang dipakai akan efektif dan efisien
"Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS. Al Baqarah : 184)

Berolah Raga Secara Rutin
Rasulullah telah menganjurkan semua muslim berolah raga secara rutin, sebagai upaya untuk menjaga kesehatan. "Ajari anakmu (dengan olah raga) berenang, naik kuda dan memanah." (HR. Ad Dailami)

Sikap hidup yang Ikhlas, Qona'ah dan Sabar
Inilah kunci kesehatan yanb berasal dari dalam jiwa kita. Firman Allah dalam QS. Ar Ra'du ayat 28 : "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati meraka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingat Allah hati menjadi tenang."

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang dikarunia kesehatan lahir dan betin. 
Ammin ya rabbal alamin


Prinsip Beramal Shaleh

Orang yang mengaku beriman, wajib untuk membuktikan keimanan itu dalam bentuk beramal shaleh. Karena banyak ayat dalam Al Quran yang merangkai kata-kata iman dan amal shaleh.
"Sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. kemudian Kami kembalikan dia ketempat serendah-rendahnya (neraka) kecuali yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya." (QS. At Tin : 4-6)

Agar tidak sia-sia  amal yang kita kerjakan, maka setiap muslim perlu memahami prinsip-prinsip dalam beramal shaleh, yaitu :

Ikhlas Karena Allah
Dengan keikhlasan, amaliah yang sebenarnya berat akan terasa ringan dalam melaksanakannya dan sebaliknya bila tidak ikhlas, amaliah yang sebenarnya ringan justru akan terasa berat.
"Padahal meraka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus." (QS. Al Bayyinah : 5)

Benar Cara Melaksanakannya
Disamping harus ikhlas karena Allah, perbuatan seseorang bisa bernilai amal shaleh jika pelaksanaannya dengan cara yang benar. Misalkan shalat, harus sesuai dengan yang telah dicontohkan Rasulullah saw. begitu juga dengan amaliah yang lain seperti zakat, haji dan sebagainya.
Serta tidak dibenarkan adanya syirik dan bid'ah dalam melaksanakannya. Bila bercampur syirik dan bid'ah maka amal itu tidak dinilai sebagi ibadah.

Tujuannya Ridha Allah 
Apa yag dilakukan manusia mestinya bermaksud untuk mendapatkan ridha Allah swt, bukan maksud-maksud lain, seperti pujian manusia, harta, dan tahta dan sebagainya. Firman Allah swt :
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna." (QS. Al Maa'uun : 4- 7)
Bila seseorang telah melakukan sesuatu dengan penuh keridhaan, maka pahala yang akan diberikan Allah amat besar.
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami  memberi kepadanya pahala yang besar." (QS. An Nisa' : 114)

Tidak Merasa Telah Banyak Beramal Shaleh
Yang akan dibawa manusia untuk menghadap Allah hanyalah pahala atas amal yang telah dia lakukan. Semakin banyak amal yang dilakukan semakin banyak pahala yang akan dicapainya. Dengan pahala yang banyak manusia akan semakin mulia disisi Allah. Karena amal yang banyak menunjukkan bahwa seseorang semakin bertaqwa kepada Allah.
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu." (QS. Al Hujurat : 13)

Bersegera Melaksanakannya
Muslim yang baik adalah muslim yang sesegera mungkin dalam melaksanakan amal shaleh, karena dia tidak tahu apakah umurnya akan panjang atau tidak. Seorang sahabat pada waktu pagi pernah di tanya Rasulullah saw tentang bagaimana  keadaannya. Lalu sahabat itu menjawab bahwa pagi ini dia merasa betul-betul menjadi orang yang beriman. Rasul agak terkejut mendengar jawaban itu karena sahabatnya itu sudah cukup lama menjadi mukmin tapi mengapa baru sekarang dia mengatakan demikian. Sahabat itu kemudian menjawab :
"Pagi ini saya betul-betul merasa menjadi orang yang beriman karena saya tidak yakin apakah nanti sore saya masih hidup atau tidak, dan nanti sorepun saya tidak yakin apakah saya besuk pagi masih hidup atau tidak, bahkan langkah saya yang pertama tidak saya yakini bisa dilanjutkan ke langkah yang kedua."
Dalam kaitan ini Rasulullah saw bersabda :
"Segeralah melakukan amal shaleh, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang gulita. Ketika itu seorang pada pagi mukmin, tiba-tiba pada sore hari berbalik kafir, sore mukmin, pagi kafir. Mereka menukar agama dengan sedikit keuntungan dunia yang sederhana." (HR. Muslim)

Wa Allahu A'lam bish Shawwab


Menghalau Kecemasan Menggapai Ketentraman

"Ingatlah bahwa para kekasih Allah itu tidak akan merasa takut dan tidak akan bersedih. Mereka orang-orang yang beriman dan keadaan mereka bertaqwa. Bagi mereka berita gembira (dalam kehidupan akherat)..." (QS. Yunus : 62-64)

Kecemasan seseorang tidak hanya disebabkan tidak punya harta. Tapi gaya hidup seseorang juga menyebabkan orang lain merasa cemas. Masyarakt dewasa ini telah cenderung bergaya individualis. Hal ini menyebabkan adanya beberapa golongan masyarakat yang merasa dirinya tersisih.
Orang yang tersisih cenderung cepat frustasi saat dihadapkan dengan masalah-masalah dalam kehidupan. Sehingga kelompok ini akan mudah tersulut kemarahannya, sehingga mudah sekali melakukan kejahatan. Bahkan bagi mereka yang tidak sanggup membawa beban hidupnya, mereka akan bunuh diri. Na'udzubillah.

Setiap manusia memiliki peluang untuk merasakan kecemasan. tetapi sebagai seorang muslim yang menjadikan Al Quran sebagi pedoman, kita telah mendapatkan petunjuk., bahwa kecemasan ataupun kenyamanan hidup seseorang ditentukan oleh "jarak" kita dengan Allah swt. Apabila kita dekat dengan Allah, maka peluang untuk merasa cemas akan sangat kecil. Namun ketika jarak kita dengan Allah jauh, maka kita mungkin merasa dalam hidup ini tiada detik yang berlalu tanpa kecemasan.

Perlu diketahui bahwa yang mendekatkan kita kepada Allah hanyalah keimanan, sebagimana firman-Nya :
"Orang-orang yang beriman yang tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan kedzaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al An'am : 82)
Keimanan yang mampu menghilangkan cemas bukan sembarang keimanan. Hanya iman yang hidup dan mempunyai kekuatan lah yang mampu menghilangkan kecemasan. Hidupnya iman dapat diwujudkan dengan amal yang nyata serta pengorbanan yang iklhas. Iman yang hidup akan senantiasa menuntun pemiliknya melakukan upaya mencari jalan agar lebih dekat dengan Allah swt. Sedang kekuatan iman dibuktikan dengan senantiasa dzikrullah sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan amal shaleh.
"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar Ra'd : 28)
Kekuatan iman seseorang ditentukan oleh bagaimana seseorang memandang kehidupan ini. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga hal yang perlu diketahui oleh seorang mukmin, agar muncuk kekuatan iman dalam dirinya. Hal tersebut adalah :

Ma'rifatu Ghaayatil Hayaah (Memahami Tujuan Hidup)
Tujuan hidup seorang mukmin sangat jelas, yaitu hanya beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana firman-Nya :
"Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.' (QS. Adz Dzaariyat : 56)
Ibadah bagaimana yang dimaksud oleh Allah? yaitu ibadah yang semata-mata karena Allah dan yang seperti dituntunkan Rasulullah saw. Ibadah bukanlah hanya yang berbentuk ritual saja namun apa saja yang kita lakukan akan dihitung sebagai amal bila kita niatkan untuk mencari ridha Allah swt dan sesuai ajaran Rasulullah saw.

Ma'rifatu Haqiiqati Dunyaa wal Aakhirah (Memahami Hakikat Dunia dan Akhirat)
Hidup di dunia sama sekali tidak berarti bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Dunia ini tidak kekal (fana') sedang akhirat kekal (baqa'). Firman Allah swt :
"Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti dari kehidupan akhirat padahal kenikmatan kehidupan di dunia ini (dibanding dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit." (QS. At Taubah : 38)

Ma'rifatu Haqiqatil Maut (Memahami Hakikat Kematian)
Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan rusak dan berakhir. Firman-Nya :
"Semua yang ada di bumi ini akan binasa." (QS. Ar Rahman : 26)

Selain tiga konsep di atas yang perlu kita catat adalah bahwa kecemaan merupakan masalah jiwa. Maka penyelesaiannya haruslah dengan obat dari sang pemilik jiwa yaitu Allah swt. Obat yang insya Allah mampu menetralisir kecemasan, kegelisahan ataupun kekikiran antara lain :
- Melaksanakan shalat secara kontinue dan terjaga kualitasnya
- Menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin
- Meyakini akan hari pembalasan dan bersiap-siap menghadapinya dengan banyak beramal shaleh
- Merasa takut akan siksa Allah swt
- Memelihara kesucian kemaluannya dengan tidak mengumbar nafsu selain kepada jalan yang dibenarkan oleh Allah swt
- Menjaga amanat yang di percayakan kepadanya dan menunaikan janji yang dibuatnya

Dengan menunaikan hal tersebut diatas insya Allah kecemasa hidup tak lagi ada dalam jiwa kita dan hidup akan tentram dan bahagia.

Bagaimana Membelanjakan Harta?

Salah satu prinsip aqidah islam adalah Laa Maalika Illa Allah (tidak ada yang Maha Memiliki selain dari Allah). Allahlah pemilik hakiki seluruh jagat raya beserta isinya. Tumbuh-tumbuhan hewan dan seluruh makhluk adalah milik-Nya. Termasuk harta di dalam islam hakikatnya adalah milik Allah, manusia hanya dititipi untuk waktu yang sementara.

"Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada dilangit dan dibumi." (QS. Al Baqarah : 284)

Fungsi harta tersebut menurut ajaran islam haruslah memiliki fungsi sosial. Artinya islam tidak membenarkan adanya kesenjangan sosial yang diakibatkan oleh tertumpuknya harta pada kelompok kecil elit lapisan masyarakat yang pada gilirannya akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Oleh karena itu islam dengan tegas telah mengatur bagaimana seharusnya seorang muslim mendistribusikan harta yang dimilikinya. Diantara aturan islam yang berkaitan dengan dengan pembelanjaan harta yang kita miliki, antara lain :

Membelanjakan Harta Harus Dengan Tujuan Mencari Keridhaan Allah Semata
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (hati orang yang menerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya'(pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka  Perumpamaan orang seperti itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat. Lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah : 264)

Pemberian Haruslah Dipilihkan Yang Baik-baik
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha  kaya lagi Terpuji." (QS. Al Baqarah : 267)

Bila Memberi Hendaklah Serahasia Mungkin
"Jika kamu menampakkan sedekahmu (dengan tujuan supaya dicontoh orang lain) maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah : 271)

Orang-orang Yang Belum Berakal Tidak Boleh Diberi Melebihi Kebutuhannya
"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasi harta itu) dan ucapkan kepada mereka kata-kata yang baik." (QS. An Nisa' : 5)

Peminjam Yang Mengalami Kesulitan Tidak Boleh Didesak
"Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua piutang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al Baqarah : 280)

Demikian beberapa panduan dalam membelanjakan harta dalam Islam. Semoga harta-harta kita diberkahi Allah swt sehingga menjadi salah satu modal mendapatkan surga-Nya. Amin

Berpakaian Dalam Islam

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an :
“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS AL A’Raf : 26)
Islam dengan prinsip-prinsipnya yang sempurna membolehkan pemeluknya untuk tampil dengan pakaian dan perhiasan yang layak dan terhormat dihadapan masyarakat. Dengan syarat, sesuai dengan adab berpakaian dalam islam.
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al Furqan : 67)
Islam menganjurkan pemeluknya untuk menjaga kebersihan dan berhias di tempat-tempat pertemuan,di hari Jum’at dan dua hari raya. Dalam melaksanakan ajaran agama islam tersebut harus diperhatikan rambu-rambunya,agar tidak terjebak kepada hal-hal yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya.
Berikut ini beberapa perhiasan dan penampilan yang dilarang dalam agama Islam ;
1.    Emas dan Sutera
Kedua benda ini diharamkan bagi laki-laki, adapun kaum wanita boleh memakainya (halal).  Ahmad, AbuDawud,An Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ali ra. “Rasulullah SAW mengambil sutera dan memegangnya dengan tangan kanannya dan mengambil emas,kemudian memegangnya dengan tangan kiri,lalu bersabda : “Dua macam benda ini diharamkan bagi umatku yang laki-laki.”
2.    Penampilan Yang Tidak Wajar
Yang dimaksud penampilan tidak wajar adalah, laki-laki berpenampilan dan berhias seperti wanita atau sebaliknya,wanita berdandan seperti laki-laki. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata : “Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.”
3.    Baju Kemasyuran dan Kesombongan
Yang dimaksud dengan baju kemasyuran adalah baju megah dan mahal yang dipakai dengan tujuan meyombongkan diri kepada khalayak ramai.
Ahmad, AbuDawud,dan An Nasa’i meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa memakai baju (pakaian) untuk menyombongkan diri, niscaya pada hari kiamat Allah SWT akan memakaikan pakaian kehinaan padanya.”
4.    Merubah Ciptaan Allah SWT
Imam Muslim meriwayatkan : “Rasulullah SAW melaknat orang yang mentato dan yang ditato,yang memotong dan meruncingkan gigi dan yang dipotong dan diruncingkan giginya.”
Laknat Allah SWT juga dikenakan kepada orang-orang jaman sekarang yang melakukan operasi kecantikan,sebab dengan melakukan perbuatan itu ia telah merubah ciptaan Allah SWT. Al Qur’an menganggap bahwa pemikiran dan perbuatan seperti itu telah dipengaruhi oleh syaitan la’natullah.
“..Dan akan saya (syaitan) suruh mereka merubah ciptaan Allah,lalu benar-benar mereka merubahnya.” (QS An Nisa’ : 119)
5.    Bejana Emas dan Perak
Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang makan atau minum dalam bejana emas dan perak, hakikatnya ia sedang memasukkan api neraka jahannan ke dalam perutnya.”
Beliau SAW juga bersabda : “Benda-benda tersebut (bejana emas dan perak) adalah kepunyaan orang-orang kafir di dunia dan kepunyaan kita di akhirat.”

Penampilan yang dilarang bagi wanita wanita muslim
Islam tidak melarang wanita wanita muslim berhias dan memakai perhiasan,bahkan malah  dianjurkan. Akan tetapi berhias dan memakai perhiasan tersebut perlu dibatasi dan diatur agar tidak mengundang bahaya. Dalam rangka menghindari bahaya dan menjaga ketentraman hidup dalam masyarakat,maka ada model dan cara tampil yang harus ditinggalkan oleh wanita wanita muslim,diantaranya :
1.    Menyerupai Pakaian Laki-laki
“Bukan dari golongan kita perempuan yang menyerupai lelaki. Dan bukan dari golongan kita lelaki yang menyerupai perempuan.” (HR Imam At Thabrany)
2.    Menyambung Rambut Kepala
Berkata Aisyah ra : “Ada seorang pemudi dari golongan Anshar telah kawin,lalu ia sakit. Maka rontoklah rambutnya,lantas keluarganya hendak menyambungnya, maka bertanyalah mereka pada Rasulullah SAW tentang hal itu, maka Beliau SAW bersabda : “Allah SWT telah melaknat perempuan yang menyambung rambut kepalanya (memakai cemara) dan yang meminta disambung rambut kepalanya.” (HR Imam Bukhari)
3.    Mencacah Kulit (bertatto)
Berkata Ibnu Umar ra. : “Bahwa Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menyambung rambut kepala dan yang minta disambung rambut kepalanya,yang mencacah kulit dan minta dicacah kulitnya.” (HR Imam Bukhari,Muslim,Turmudzi dan An Nasa’i)
4.    Mencukur (Mencabut) Bulu Dahi (Alis)
Berkata Ibnu Mas’ud ra : “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW melarang perempuan mencabut (mencukur) bulu dahinya (alis),mengikir giginya,menyambung rambut kepalanya,dan mencacah kulitnya.” (HR Imam Ahmad)
5.    Memakai Parfum Bukan Ditempatnya
Rasulullah SAW bersabda : “Apabila seorang perempuan memakai bau-bauan (parfum) lalu keluar dari tempat kediamannya,lalu berjalan melewati banyak orang (yang bukan mahramnya) sehingga mereka mencium baunya,maka ia telah berzina dan tiap-tiap  mata yang memandang kepadanya,itupun (dianggap telah) berzina.” (HR Imam Ahmad,An Nasa’i dan Hakim)

Demikian adab berpakaian dalam Islam. Semoga kita mampu berhati-hati sehingga tidak tergelincir kepada hal-hal yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya. Amin

Tuesday, 12 February 2013

Berbakti Kepada Orang Tua

Kewajiban paling besar yang harus ditunaikan oleh seorang hamba setelah kewajibannya kepada Allah  dan Rasul-Nya adalah berbakti kepada orangtua, sebagimana yang Allah swt perintahkan dalam Al Quran surat An Nisaa’ ayat 36 :

“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Rasulullah saw juga telah menyebutkan besarnya keutamaan berbakti kepada orangtua. Bahkan lebih besar dari jihad di jalan Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari sahabat Abdullah ibnu Mas’ud z, beliau berkata:

Aku bertanya kepada Nabi saw, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau saw menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Nabi saw menjawab, “Berbakti kepada orangtua.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Beliau saw menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kewajiban berbuat baik kepada orangtua semasa hidup mereka tidaklah melihat kepada siapa dan bagaimana keadaan orangtua. Bahkan Allah swt  memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik kepada orangtuanya meskipun seandainya keduanya dalam keadaan kafir sekalipun. Sebagaimana dalam berfirman-Nya:

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, namun pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (Luqman: 15)

Di dalam ayat tersebut kita memahami bahwa berbuat baik kepada orangtua tidaklah gugur karena keduanya dalam keadaan kafir serta memerintahkan untuk berbuat syirik atau melakukan kekafiran, meskipun perintah keduanya yang berupa kemungkaran tetap tidak boleh ditaati.
Berbuat baik kepada orangtua sangat banyak caranya, diantaranya :

1.  Mendoakan orang tua
Berdoa bagi keduanya sewaktu masih hidup atau sudah tiada termasuk tanda bukti bakti anak shaleh kepada kedua orang tua. Memintakan ampun kepada Allah atas segala dosanya. Mohon rahmat dan taufik-Nya serta minta petunjuk atau hidayah bila orang tuanya musyrik. Hal ini sesuai dengan anjuran Allah dalam Al quran surat Al Isra’ ayat 24 :

“Dan ucapkanlah : Wahai Rabbku,kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereak telah mendidik aku waktu kecil”.

Sebagaimana pula dalam sebuah riwayat yang dibawa sahabat Abi Said bin Malik bin Rabiah, bahwa ada seorang dari Bani Salamah bertanya kepada Rasulullah saw.

Ya Rasulullah,setelah ibu-bapakku wafat apakah ada sisa kebaikan yang kupersembahkan untuk keduanya? Rasulullah menjawab : Ya ,dengan mendoakan keduanya,memohonkan ampun,menepati janji dan nadzar yang pernah diikrarkannya,memelihara hubungan silaturahmi dan memuliakan hubungan sahabat keduanya. (HR Abu Dawud,Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)

2.  Bersikap lemah lembut dan kasih sayang kepada keduanya
Tutur kata yang halus,lemah lembut,sifat penuh kasih sayang dan rendah hati dalam sikap adalah pencerminan dari berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan mu, maka janganlah kamu sekali-kali mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataanyang mulia. Dan rendahkanlah dirimu kepada mereka dengan penuh kesayangan”. (QS.  Al Isra’ : 23)

Perkataan “ah” kepada orang tua saja tidak diperbolehkan dalam agama islam, apalagi mengucapkan kata-kata yang mengandung cacian,umpatan kotor yang menusuk perasaan mereka tentu telarang lagi.

3.  Berkorban untuk kedua orang tua
Anak harus mempersipakan diri dan harta bendanya untuk diikhlaskan demi keperluan orang tuanya,sepanjang tidak bertentangan dengan aturan Allah dan Rasul-NYa.

“Engkau dan hartamu adalah milik orang tuamu,karena sesungguhnya anak-anakmu adalah sebaik-baik usahamu,sebab itu makanlah dari hasil usaha anak-anakmua itu”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, Hasan-Shahih)

4.  Meminta keridlaan orang tua
Hakikat keridlaan Allah tergantung keridlaan orang tua dan kemurkaan Allah adalah kemurkaan orang tua. Jadi seharusnyalah dalam setiap hal kita ijin kepada keduanya,bahkan sampai berjihad  fisabilillah sekalipun.
Seseorang datang  kepada Rasulullah dan minta ijin untuk ikut berjihad,kemudian beliau bertanya : “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab : Ya, masih. Beliau bersabda “Pada mereka sajalah kamu berjihad.” (Hadist syarif)
Pada hadist lainya dikatakan :
“Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan layanilah sebaik-baiknya” (Muttafaqun ‘alaih)

5.  Berdiri menyambutnya ketika beliau datang
Menyambut dengan wajah ceria dan senyum dibibir termasuk berbakti kepada orang tua. Ummul Mukminin Aisyah meriwayatkan :
”Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih sempurna akhlaknya dari Rasulullah mengenai ketenangan,keanggunan dan kecerahannya kecuali Fatimah binti Rasulullah. Jika ia mengunjungi Rasulullah,beliau bangkit menyongsongnya,mencium dan mempersilahkan sang putri  duduk ditempat beliau duduk. Begitu pula bila Nabi saw datang mengunjungi buah hatinya, Fatimah bangun menyambut beliau,mencium dan mempersilahkan duduk ditempat duduknya. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Demikian beberapa hal yang dapat digolongkan ke dalam perbuatan berbakti kepada orang tua. Semoga kita mampu melakukannya. Amiin

Tuesday, 29 January 2013

Keutamaan Sholat

Sholat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim dan muslimat. Di dalamnya, kaum muslimin dapat berinteraksi dengan Allah SWT,melalui gerakan berdiri,ruku’,sujud dan juga dengan ucapan-ucapan doa serta pujian.
Sholat adalah penegak keislaman seseorang. Banyak kita dapat keterangan dari ayat-ayat Allah SWT maupun hadist Rasulullah SAW tentang sholat dan keutamaannya dalam kehidupan.
Diantara keutamaan sholat yang diajarkan Islam adalah :

1.    Sholat Adalah Tiang Agama
Rasulullah SAW bersabda “Pokok urusan adalah Islam,sedang tiangnya adalah sholat,dan puncaknya adalah jihad fisabilillah.” (Hadist Syarif)
Dalam hadist yang lain Beliau SAW bersabda “Sholat itu tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya berarti telah menegakkan agamanya dan barang siapa yang meninggalkannya,berarti telah hancur agamanya.” (Hadist Shahih)

2.    Sholat Adalah Amalan Pertama Yang Akan Dihisab Dihari Akhir
Rasulullah SAW bersabda dari Abdullah bin Qurth ra “Amalan yang mula-mula dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika ia baik, baiklah seluruh amalnya dan jika sholatnya jelek,maka jelek pula seluruh amalannya.” (HR Thabrani)

3.    Sholat Adalah Batas (Pembeda) Antara Iman dan Kekafiran
Rasulullah SAW telah bersabda dari Jabir ra “Batas antara seseorang dengan kekafiran itu adalah meninggalkan sholat.” (HR. Ahmad,Muslim,Abu Daud,Thurmudzi dan Ibnu Majah)
Ketika sholat sudah ditinggalkan maka hilanglah keislaman seseorang. Sholat adalah barang terakhir yang akan hilang atau dikatakan sebagai batas seseorang dengan kekafiran.

4.    Sholat Adalah Pencegah Perbuatan Keji dan Munkar
Sholat yang dikerjakan dengan ikhlas,penuh ketundukan dan kekhusyu’an akan mampu menjadi benteng dari segala perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT :
“Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain).” (QS. Al Ankabut : 45)

5.    Sholat Sebagai Wasilah (Perantara) Untuk Meminta Pertolongan Kepada Allah SWT
Sholat,disebut bersama-sama dengan sabar,bisa menjadi wasilah (sarana) untuk meminta pertolongan Allah SWT, sebagaimana firmanNYa :
“Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat..” (QS. Al Baqarah : 45)

6.    Sholat Adalah Ciri Orang Beriman
Dan diantara ciri orang mukmin adalah “… yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya.” (QS. Al Mu’minun : 9)

7.    Sholat Adalah Janji Seseorang Dengan Rasulullah SAW
Bersabda Rasulullah SAW dari Buraida ra “Janji yang terikat erat antara kami dengan mereka ialah sholat…” (HR. Ahmad dan Ash haabus Sunan)

8.    Sholat Akan Memberi Cahaya Kepada Pelakunya
Rasulullah SAW bersada “Barang siapa yang memelihara sholat,maka ia akan memperoleh cahaya,burhan dan kebebasan di hari kiamat. Barang siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak akan mendapatkan cahaya,burhan,dan kebebasan,sedang dihari kiamat ia akan bersama Qarun,Fir’aun,Haman dan Ubai bin Khalaf.” (HR. Ahmad,Thabarani dan Ibnu Hibban)

Demikian beberapa keutamaan tentang sholat. Sangat jelas bahwa sholat adalah merupakan kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT kepada setiap muslim. Tiada yang meragukan hal ini, kecuali orang –orang yang condong kepada kerusakan. Untuk itu mari kita jaga kualita sholat kita. Semoga Allah SWT mengumpulkan kita di surgaNya. Amiin.

Monday, 14 January 2013

Peran Pemuda Islam Menatap Masa Depan

Kehidupan manusia didunia ini semenjak lahir sampai dengan matinya bisa dibagi menjadi tiga fase menurut kondisi fisik jasmaninya, yaitu lemah (masa kanak-kanak),kuat (pemuda) dan kembali lemah dan beruban (orang lanjut usia).
Pada fase pertama boleh dikatakan peran seseorang belum nampak. Hal ini disebabkan kondisi fisik dan mental seorang baru berkembang. Dia belum banyak berbuat untuk orang lain. Sebaliknya pada fase ketiga, manusia lanjut usia juga telah mengalami penurunan kemampuan, baik kemampuan fisik maupun intelektual untuk banyak berkiprah di tengan kehidupan masyarakat. Banyak aktivitas yang dulu sanggup dijalanainya sekarang terpaksa harus direlakan untuk dikerjakan oleh orang lain,terlebih lagi bagi mereka yang sudah jompo dan sakit-sakitan.
Oleh karena itu fase puncak seseorang untuk bisa berbuat lebih banyak terletak pada fase kedua yaitu masa muda.
Betapa tidak, pada masa itu kondisi fisik,intelektual dan semangat seseorang betul-betul berada pada puncaknya. Tak heran bila aktivitas para pemuda ada di berbagai bidang kehidupan yang keras dan menantang. Mereka yang berjaya diberbagai bidang olah raga yang berjuang di garis depan semua peperangan,yang tekun menuntut ilmu yang pelik-pelik,serta mereka yang menuntut perubahan mendasar di tengah kejumudan masyarakat dimanapun dan kapanpun kebanyakan dipelopori oleh para pemuda. Masa muda adalah masa yang sangat menentukan kehidupan hari-hari berikutnya. Gagal memanfaatkan waktu muda dengan baik, alamat akan banyak menemui hari-hari sulit masa depan. Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya masa ini merupakan waktu yang paling berharga dan mahal.
Karena demikian banyak peran dan kemampuan yang dimiliki oleh para pemuda, tidak mengherankan bila kelompok ini menjadi rebutan banyak pihak. Banyak organisasi ataupun perkumpulan yang dibentuk untuk mewadahi dan menyalurkan potensi mereka. Mulai dari tingkat kampung sampai negara dan internasional dari kegiatan keagamaan,sosial maupun politik,bahkan samapi hal yang negatif sekalipun.
Rasulullah SAW bersabda : “Manfaatkan lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempatan yang lain, manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu....“ (HR At Tirmidzi)
Lalu, apa peran pemuda yang bisa diharapkan pada masa kini?

1.    Miningkatkan pemahaman terhadap agama
Tidak bisa dipungkiri bahwa pemahaman yang benar dan menyeluruh terhadap islam merupakan suatu kenikmatan besar yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya. Dengan pemahaman yang baik,seorang mampu melangkah dalam kehidupan ini dengan selamat. Sebaliknya tanpa memiliki pemahaman ini niscaya orang akan celaka, meskipun dia merasa telah beramala shalih.
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang akan diberi kebaikan oleh Allah, maka akan dipandaikan dalam masalah agama.” (HR Bukhari)
Upaya untuk memahami, agama ini tidak dapat dilakukan sambil lalu atau sekedar mengisi kekosongan waktu, akan tetapi hendaklah dilakukan secara terus menerus,menyeluruh dan terprogram dengan baik. Ibarat tubuh yang memerlukan makanan,maka makanan tersebut bersifat kontinyu sepanjang hayat,mencukupi gizi yang seimbang dan bervariasi.
Al Qur’an dan As sunah sebagai acua pokok kita harus dikaji terus dengan cara pandang salafus shalih. Dengan pemahaman ini, kita terdorong untuk beramal shalih yang memiliki dimensi vertikal maupun horisontal.

2.    Meningkatkan ilmu
Selagi usia masih muda,maka menambah bekal perjalanan berupa ilmu-ilmu pengetahuan yang bermanfaat merupakan keniscayaat bagi orang yang ingin sukses. Islam memberikan pengharggan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Tegaknya agama Allah SWT dimuka bumi ini sangat membutuhkan ilmu. Oleh karena itu menuntut ilmu setinggi mungkin bagi seorang mukmin merupakan bagian dari menggapai izzah islam dan kaum muslimin. Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan islami, meraih gelar sarjana,master maupun doktor seyogyanya merupakan bagian dari pendidikan Islam.

3.    Mengembangkan ketrampilan yang bermanfaat
Seorang pemuda islam yang hidup di era globalisasi saat ini mau tidak maum harus berusaha memiliki ketrampilan agar tidak menjadi penonton dalam peradaban masyarakt modern. Kemunduran  umat islam di abad-abad terakhir ini tidak lepas dari lemahnya ketrampilan dan daya cipta kaum muslimin.
Banyak tenaga terdidik yang bertahun-tahun belum mendapatkan kerja,merupakan bukti nyata bahwa keterampilan kita perlu untuk ditumbuh kembangkan. Penguasaan akan bahasa asing sebagai alat komunikasi,ketrampilan aplikasi komputer,kerja praktis,dsb merupakan permasalahan nyata yang kita hadapi.

4.    Menyebarkan dakwah
Tidak dipungkiri lagi bahwa pemuda merupakah agen perubahan dalam masyarakat. Sejarah islam telah memcatat dengan indah betapa banyak pemuda yang menjadi pelaku dakwah, dan mereka berhasil membangun peradaban gemilang. Tak pelak lagi bahwa tugas mulia ini sekarang diembankan secara estafet di pundak kita.
Kerusakan akidah dan akhlak yang melanda umat manusia di dunia ini tidak akan selesai hanya dengan diratapi dan ditonton. Kita perlu proaktif untuk memberi solusi alternatif terbaik,dengan menampilkan islam secara indah. Jangan sampai keindahan islam terututup oleh kaum muslimin itu sendiri.

Tuesday, 8 January 2013

Profil Muslim Ideal

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara total, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuhmu yang nyata.” (QS. Al Baqarah : 208)

Amal yang harus dilakukan pertama kali oleh seorang muslim adalah memperbaiki diri (islahunnafsi). Perbaikan diri harus dilakukan dengan berbagai cara dan sarana hingga mampu meningkatkan derajat kemusliman kita menjadi muslim ideal.

Pribadi muslim ideal inilah yang kelak menentukan keberhasilan kerja berikutnya. Perbaikan keluarga dan masyarakat akan berjalan mulus ketika agen perubahannya terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen kepada islam. Begitulah tabiat al Islam. Ia tidak akan dapat diperjuangkan, kecuali oleh mereka yang siap menerimanya dalan segala aspeknya. Ironis jadinya bila seorang ingin memperjuangkan islam sementara dirinya jauh dari bimbingan islam. Simaklah sindiran Allah swt dalam Al Qur’an.
Adakah patut kamu suruh manusia berbuat kebajikan dan kamu lupakan dirimu sendiri, sedang kamu membaca KItab. Tidakkah kamu berfikir?” (QS Al Baqarah : 44)
Untuk itu wajib bagi kita untuk melakukan perbaikan diri terlebih dahulu.  Dan perbaikan diri mesti dilakukan secara optimal hingga menraih 10 ciri muslim ideal.

1.    Bersih Aqidahnya (Saliimul Aqidah)
Dengan  adanaya aqidah yang bersih hubungan dengan Allah swt betul-betul baik dan benar. Allah swt menjadikan nur baginya, dan ia berjalan dengan nur itu. Kepadanya berhak atas surge yang penuh kenikmatan.
“Barang siapa yang rela Allah sebagai Robnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya maka berhak baginya mendapatkan surga.” (HR Muslim )
Mereka itu senantiasa menjalin hubungan dengan Allah, berniat ikhlas dalam setiap kegiatan dan selalu mengingat akan hari akhir yang dijanjikan-Nya. Mereka juga senantiasa memelihara kesucian jiwa dan bathinnya, menyemai ruh dan niat berjuang demi Islam serta mempersiapkan diri dengan persiapan yang sempurna. Setiap saat menghindarkan diri dari pengaruh yang dapat menyeret kepada perbuatan haram. Mereka terbebas dari penyakit tahayul,syirik,khurafat, dan semata-mata mengabdi kepada Allah swt.
“Katakanlah sesungguhnya shalatku,ibadahku,pengabdianku,hidup dan matiku semua bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS Al An’am : 162)

2.    Benar Ibadahnya (Shahiihul Ibadah)
Allah swt adalah indah dan bagus dan tidak menerima amal kecuali yang bagus. Dia menginginkan agar kita beribadah secara ikhlas benar dan sempurna.
“Dan  mereka tidaklah disuruh, melainkan supaya menyembah Allah serta mengikhlaskan agama bagi-Nya.” (QS Al Bayyinah : 5)
Adapun kebenaran dan kesempurnaan ibadah terwujudnya ketika kita telah meneladani kepada cara-cara yang ditempuh oleh Rasulullah saw.
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik bagimu..” (QS Al Ahzab : 21)
Dalam beribadah tidak dibenarkan sikap berlebih-lebihan, sebaiknya tidak pula kikir dan mengada-ada.

3.    Terpuji Akhlaqnya (Matiinul Khuluq)
Yang dimaksud dengan akhlaq adalah suatu sifat yang tanpa adanya sifat tersebut sesuatu menjadi tidak indah. Rasulullah saw telah menjadi contoh kepada kita dengan keteladanan yang agung dalam bertingkah laku. Maka menjadi kewajiban kita mengikutinya. Allah swt telah member sanjungan kepada beliau Saw.
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berakhlaq agung.” (QS Al Qalam : 4)

4.    Kuat Fisiknya (Qowiyyul Jismi)
Rasulullah saw bersabda “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR Muslim)
Islam mengingatkan kita akan pentingnya fisik yang kuat,yang dengan itu kewajiban-kewajiban kita  sebagai muslim bisa dikerjakan. Dalam rangka menjaga kesehatan perlu melakukan olah raga apa saja asal tidak melanggar ketentuan islam. Faktor makanan, tempat tinggal juga mesti diperhatikan. Dan yang terpenting adalah jangan sampai makan dari makanan dan minuman yang haram.

5.    Mindidik Akal Pikirannya (Mutsaqqoful Fikri)
Muslim ideal adalah yang luas wawasannya. Tidak ada satupun kegiatan hidup seorang muslim yang tidak diikuti aktivitas pikiran meski sekecil apapun. Sedangkan derajat taqwa hanya bisa diraih bial kita berilmu.
“(Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah  Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah : 11)

6.    Mampu Menundukkan Nafsumua (Mujahadatun Linafsihi)
Yang dimaksud adalah mengalahkan sifat-sifat yang mengarah kepada kejahatan. Setiap manusia mempunyai peluang untuk berbuat menyimpang dari kebenaran, terlebih lagi kalau hidap dalam lingkungan yang kurang baik. Dalam lingkungan seperti itu maka ilham yang masuk ke dalam diri kita lebih kuat adalah yang mengarah kepada kemaksiatan.
“Lalu diilhamkan kepadanya untuk berbuat sesat dan berbuat baik.” (QS Asy Syam : 8)
Hendaklah setiap kita bersungguh-sungguh dalam memerangi nafsu, sehingga melahirkan sikap terpuji bebas dari sikap dan tingkah laku yang tidak layak ditampilkan oleh seorang muslim.

7.    Menjaga Waktunya (Hariishun ‘ala Waqtihi)
Rasulullah saw bersabda : “Ada dua nikmat yang manusia sering melupakannya yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Hasan Al Bana mengatakan : “Waktu adalah kehidupan itu sendiri.” Barang siapa dapat memanfaatkan waktu dengan baik maka dialah yang berhasil dalam mengarungi kehidupan ini. Lebih lanjut, Hasan Al Bana juga mengatakan “Kewajiban kita jauh lebih banyak daripada waktu yang kita miliki.”
Sebagai seorang makhluk cipataan Allah kita punya kewajiban yang banyak kepada Allah swt. Sebagai seorang suami kita punya kewajiban kepada istri dan anak, dan begitu sebaliknya sebagai seorang istri kita punya kewajiban kepada suami dan anak kita.

8.    Rapi dalam Semua Urusan (Munaadhamun fi Su’unihi)
Sebagai seorang muslim kita harus professional dalam segala segi. Dalam rangka mewujudkan amal yang baik, sisamping niat yang ikhlas dan evaluasi kerja dibutuhkan pula profesionalisme dalam penanganannya.
Adapun kerja dikatakan professional bila memenuhi tiga persyaratan, yaitu serius,semangat juang yang tinggi dan pengorbanan, serta kontinyu.
“Sesungguhnya Allah cinta apabila amal dari salah seorang diantara kamu adalah amal (kerja) yang profesioanal.” (HR Baihaqi)

9.    Bermanfaat Bagi Orang Lain (Naafi’un Lighairihi)
Muslim ideal adalah yang kehadirannya di tengah-tengah umat dirasakan betul manfaatnya. Manfaat dalam pengertian selalu mendatangkan perbaikan. Dalam kondisi umat islam demikian mundurnya, setiap kita mesti berfikir “Apa yang bisa saya lakukan saat ini untuk umat isalam?”
Sungguh merugi orang yang keberadaannya tidak bermanfaat bagi orang lain.

10.     Bisa Mandiri (Qaadirun ‘alal Kasbi)
Kemandirian amat diperlukan bagi tiap muslim dalam rangka mempertahankan prinsip hidupnya dan memperjuangkan agamanya. Ketergantungan kepada pihak lain sebenarnya telah mengurangi keleluasaan kita dalam berjuang. Telah banyak sejarah menulis,orang yang dulu tegar, lambat laun tapi pasti ketegarannya akan berkurang karena ketergantungan kepada pihak lain. Disinilah perlunya kita bisa berproduksi. Dengan produksi ini kita bisa menghidupi diri kita. Ingatlah bahwa sebaik-baik makanan adalah yang dihasilkan oleh tangan sendiri.
“Apabila telah di tunaikan shalat,maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al Jumuah : 10)

Demikian sepuluh ciri muslim ideal,mudah-mudahan Allah memberi kekuatan dan kemudahan kepada kita untuk dapat menggapainya. Amin

Tugas Utama Wanita

"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. Asma’ binti Abu Bakar ra. pernah datang   menghadap Ra...