Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dan Al Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Ibu Mas'ud ra. bahwa dia berkata : "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat dari surat Al Baqarah di permulaan siang, maka ia tidak akan didekati syaitan sampai sore. Dan jika membacanya sore hari, maka ia tidak akan di dekati oleh syaitan sampai pagi dan ia tidak akan melihat sesuatu yang dibendi pada keluarga dan hartanya".
Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabrani dalam Kitab Al Kabair dan Al Hakim dalam Shahihnya, Dari Ibu Mas'ud ra, Nabi Saw bersabda :
"Barangsiapa membaca sepuluh ayat ; empat ayat di awal surat Al Baqarah, ayat kursi dan dua ayat sesudahnya, serta ayat-ayat terakhir dari Al Baqarah tersebut, maka rumahnya tidak akan dimasuki syaitan sampai pagi".
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda :
" Barangsiapa membaca ayat-ayat terakhir surat Al Hasyir pada waktu malam atau siang maka Allah akan menjamin baginya syurga". (HR Al Baihaqi)
Showing posts with label Tasawuf. Show all posts
Showing posts with label Tasawuf. Show all posts
Wednesday, 27 January 2016
Sunday, 24 January 2016
Diam
Dari Abu Hurairah ra diceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir,hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam."
Uqbah bin Amir menceritakan, "saya bertanya kepada Rasulullah saw "Apakah keselamatan itu?" Beliau menjawab," Jagalah lisanmu, perluaslah rumahmu, dan menangislah akan dosa-dosamu."
Diam adalah pondasi keselamatan dan merupakan penyesalan terhadap berbagai celaan. Oleh karena itu kewajiban diam di tetapkan oleh syara', perintah dan larangan. Sedangkan diam pada saat-saat tertentu adalah sifat pemimpin, sebagaimana ungkapan bahwa berbicara pada tempatnya termasuk perilaku yang baik.
Abu Ali Ad Daqqaq berkata, "Barangsiapa yang mendiamkan kebenaran,maka ia ibarat syetan yang bisu."
Sikap diam sambil memperhatikan merupakan bagian dari perilaku orang-orang yang baik. Allah swt berfirman :
"Apabila dibacakan AlQuran maka hendaklah di dengarkan dan diperhatikan agar kamu sebagian mendapatkan rahmat."
QS Al A'Raaf 204
Menyimpan mulut didepan orang yang diam merupakan sikap yang baik untuk menghindari kebohongan, umpatan dan kekejaman raja.
Diam terbagi menjadi 2, yaitu diam secara lahir dan diam secara bathin. Orang yang bertawakal hatinya selalu diam dengan meninggalkan berbagai tuntutan ekonomi. Sedangkan orang yang berma'rifat hatinya akan selalu diam dengan mempertemukan ketetapan hukum melalui sikap yang baik. Oleh karena itu perbuatan yang baik adalah yang dapat dipercaya, sedangkan ketetapan yang baik adalahhal yang dapat diterima.
Dzunun Almisri pernah di tanya oleh seseorang, "siapakah yang mampu menjaga diri?"
"Orang yang betul-betul menjaga mulutnya"
Jawaabnya.
Menurut suatu riwayat, Abu Bakar Ashshidiq meletakkan batu kecil didalam mulut beliau agar bicaranya dapat diminimalkan.
Sebgian ahli hikmah telah berkata "Manusia diciptakan Allah swt dengan mempunyai satu mulut, dua mata dan dua telinga agar dia dapat mendengar dan melihat lebih banyak dari apa yang dia katakan".
Sumber : Risalah al qusyairiyah
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir,hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam."
Uqbah bin Amir menceritakan, "saya bertanya kepada Rasulullah saw "Apakah keselamatan itu?" Beliau menjawab," Jagalah lisanmu, perluaslah rumahmu, dan menangislah akan dosa-dosamu."
Diam adalah pondasi keselamatan dan merupakan penyesalan terhadap berbagai celaan. Oleh karena itu kewajiban diam di tetapkan oleh syara', perintah dan larangan. Sedangkan diam pada saat-saat tertentu adalah sifat pemimpin, sebagaimana ungkapan bahwa berbicara pada tempatnya termasuk perilaku yang baik.
Abu Ali Ad Daqqaq berkata, "Barangsiapa yang mendiamkan kebenaran,maka ia ibarat syetan yang bisu."
Sikap diam sambil memperhatikan merupakan bagian dari perilaku orang-orang yang baik. Allah swt berfirman :
"Apabila dibacakan AlQuran maka hendaklah di dengarkan dan diperhatikan agar kamu sebagian mendapatkan rahmat."
QS Al A'Raaf 204
Menyimpan mulut didepan orang yang diam merupakan sikap yang baik untuk menghindari kebohongan, umpatan dan kekejaman raja.
Diam terbagi menjadi 2, yaitu diam secara lahir dan diam secara bathin. Orang yang bertawakal hatinya selalu diam dengan meninggalkan berbagai tuntutan ekonomi. Sedangkan orang yang berma'rifat hatinya akan selalu diam dengan mempertemukan ketetapan hukum melalui sikap yang baik. Oleh karena itu perbuatan yang baik adalah yang dapat dipercaya, sedangkan ketetapan yang baik adalahhal yang dapat diterima.
Dzunun Almisri pernah di tanya oleh seseorang, "siapakah yang mampu menjaga diri?"
"Orang yang betul-betul menjaga mulutnya"
Jawaabnya.
Menurut suatu riwayat, Abu Bakar Ashshidiq meletakkan batu kecil didalam mulut beliau agar bicaranya dapat diminimalkan.
Sebgian ahli hikmah telah berkata "Manusia diciptakan Allah swt dengan mempunyai satu mulut, dua mata dan dua telinga agar dia dapat mendengar dan melihat lebih banyak dari apa yang dia katakan".
Sumber : Risalah al qusyairiyah
Friday, 30 October 2015
Jenis Hati Manusia
Dilihat dari keadaannya, hati manusia dapat digolongkan menjadi 3 :
Pertama. Hati yang bersih, sehat dan selamat (Al qolbu as saliimu)
Pertama. Hati yang bersih, sehat dan selamat (Al qolbu as saliimu)
Hati ini adalah milik orang-orang beriman. Ia adalah hati yang terbebas dari penyakit, iri, dengki, hasad, riya, sum’ah dll. Hanya orang yang berhati bersih sajalah yang dijamin keselamatannya kelak dihadapan Allah SWT.
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS Asy Syu’ara : 88 – 89)
Kedua. Hati yang sakit dan berpenyakit (Al qolbu al mariidhu)
Kedua. Hati yang sakit dan berpenyakit (Al qolbu al mariidhu)
Ini adalah hati orang munafik. Orang yang penyataan lisan berbeda dengan kenyataan hatinya. Orang yang hanya mencari keuntungan dan keselamatan pribadi tanpa mau peduli diatas jalan benar atau salah.
Dari Abdullah bin Amru dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara tersebut ada pada dirinya maka dia menjadi orang munafik sejati, dan apabila salah satu sifat dari empat perkara tersebut ada pada dirinya, maka pada dirinya terdapat satu sifat dari kemunafikan hingga dia meninggalkannya:
1. jika berbicara selalu bohong,
2. jika melakukan perjanjian melanggar,
3. jika berjanji selalu ingkar,
4. dan jika berselisih licik."
(HR. Muslim No. 88)
1. jika berbicara selalu bohong,
2. jika melakukan perjanjian melanggar,
3. jika berjanji selalu ingkar,
4. dan jika berselisih licik."
(HR. Muslim No. 88)
Orang munafik semacam ini kelak akan ditempatkan di keraknya neraka.
إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥
إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS An Nisa 145)
Ketiga. Hati yang buta, hati yang mati atau tertutup (Al qolbu al mayyitu)
Ketiga. Hati yang buta, hati yang mati atau tertutup (Al qolbu al mayyitu)
Hati ini adalah hati orang kafir, antheis, orang yang tidak beriman kepada rukun iman. Para ulama mensifati hati ini dengan ungkapan “Laa ya’riful haqqa” artinya tidak mengenal kebenaran.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٦
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٦
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ ٧
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al Baqarah : 6-7)
Tuesday, 30 April 2013
Bila Hati Bercahaya
Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.
Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.
Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini – dan dengan demikian merasa telah sukses – suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.
Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.
Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.
Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.
Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.
Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla.
Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."
Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)
Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.
Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.
Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.
Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.
Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.
Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.
Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.
Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.
Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.
Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.
"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu", tulis Syaikh Ibnu Atho’illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma’rifat dan rahasia-rahasia."
Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35).
Sumber : www.manajemenqolbu.com
Thursday, 25 April 2013
Al Hikam : Terhalangnya Jiwa Karena Syahwat
“Tidak menutup kemungkinan hati terhenti pada cahaya,sebagaimana terhalangnya jiwa karena gelapnya benda-benda makhluk (syahwat)” Al Hikam
Segala sesuatu yang kita rasakan,yang kita lihat maupun peristiwa yang kita alami merupakan tabir, sehingga engkau menjadi tidak bisa melihat Allah. Atau pemahaman kita salah dalam menempun jalan makrifat.
Kesalahan itu misalnya kita telah beristiqamah menempuh jalan makrifat, namun tujuan kita dibelokkan oleh keinginan-keinginan lain,bukan merapat kepada-Nya. Tujuan yang dibelokkan oleh hawa nafsu berupa keinginan sebagai seorang khowas; orang yang istimewa di bandingkan manusia awam. Penyebabnya karena hatimu terpengaruh oleh cerita-cerita bohong yang dibesar-besarkan.
Sering kita mendengar seseorang menempuh jalan makrifat, kemudian manusia memberi gelar wali. Ia dihormati dan disegani lantaran ilmunya yang tinggi dan istimewa. Setiap umat yang berjumpa dengannya selalu mencium tangan, menunduk-nunduk dan bersikap sangat sopan. Disiarkan kabar bahwa sang wali tersebut mampu shalat diatas air,berjalan diawan,pergi ke Mekkah dalam sekejap dan bisa bicara dengan arwah para nabi.
Inikah tujuan dalam menempuh makrifat? Jika tujuannya hanya demikian,maka betapa memalukan. Dan kita akan terhalang oleh nuranimu sendiri. Tujuan bermakrifat hanyalah ingin mendapatkan ilmu yang aneh-aneh dan gaib membuat orang awam berdecak kagum.
Jadi, orang menempuh jalan makrifat haruslah mempunyai tujuan agar bisa dekat dengan Allah. Tentu saja harus istiqomah dalam beribadah. Ibadah yang dilakukan juga tidak macam-macam,tidak ditambah dan dikurangi tetapi tetap pada jalur ajaran Rasulullah dalam sunnahny dan perintah Allah dalam Firman-Nya.
Wednesday, 27 March 2013
Lima Perusak Hati
Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib. Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, yaitu :
1. Bergaul dengan banyak kalangan
Pergaulan itu perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.
Rasulullah SAW bersabda :
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَذُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ « عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ
»
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW bersabda : seseorang itu atas din saudaranya. Maka lihatlah salah seorang diantara kalian, siapa yang ditemani. (HR. Ahmad)
Artinya, kalau kita ingin melihat kualitas din seseorang, maka lihatlah teman-temannya. Jika temannya adalah orang-orang rusak, maka dinnya rusak. Dan jika temannya adalah orang-orang shalih, maka dinnya pun baik.
Allah Ta’ala berfirman :
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).
Maka bergaullah dengan para ulama’ dan orang-orang sholih, karena ia ibarat makanan yang kita kunsumsi setiap hari. Sedikit saja kita jauh darinya akan menjadikan hati kita jauh dari Allah Ta’ala dan islam. Sebaliknya, kita harus menjauhi teman para ahli bid’ah dan ahli maksiyat, karena ia adalah racunnya hati yang dapat mematikan hati kita dan sulit mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala.
2. Larut dalam angan-angan kosong
Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya,khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai.
Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.
3. Bergantung kepada selain Allah
Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah. Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:
"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)
Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista.
Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)
4. Makanan
Makanan perusak ada dua macam.
Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.
Kedua, merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan
karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi.
Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan: "Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).
5. Kebanyakan tidur
Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.
Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.
Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.
Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Banyak orang yang berpuasa, akan tetapi melakukan beberapa pelanggaran-pelanggaran diatas. Mereka memperbanyak makan karena seharian berpuasa. Ada yang memperbanyak tidur , padahal bulan puasa adalah bulan ibadah bukan bulan untuk memperbanyak tidur. Ada pula yang banyak melamun, bergaul dengan orang-orang rusak dengan alasan untuk menunggu berbuka puasa. Marilah bulan puasa ini kita manfaatkan untuk beribadah, karena tidak ada yang menjamin bahwa kita masih menemui kembali bulan ramadhan tahun depan.
(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah)
1. Bergaul dengan banyak kalangan
Pergaulan itu perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.
Rasulullah SAW bersabda :
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَذُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ « عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ
»
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW bersabda : seseorang itu atas din saudaranya. Maka lihatlah salah seorang diantara kalian, siapa yang ditemani. (HR. Ahmad)
Artinya, kalau kita ingin melihat kualitas din seseorang, maka lihatlah teman-temannya. Jika temannya adalah orang-orang rusak, maka dinnya rusak. Dan jika temannya adalah orang-orang shalih, maka dinnya pun baik.
Allah Ta’ala berfirman :
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).
Maka bergaullah dengan para ulama’ dan orang-orang sholih, karena ia ibarat makanan yang kita kunsumsi setiap hari. Sedikit saja kita jauh darinya akan menjadikan hati kita jauh dari Allah Ta’ala dan islam. Sebaliknya, kita harus menjauhi teman para ahli bid’ah dan ahli maksiyat, karena ia adalah racunnya hati yang dapat mematikan hati kita dan sulit mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala.
2. Larut dalam angan-angan kosong
Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya,khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai.
Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.
3. Bergantung kepada selain Allah
Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah. Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:
"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)
Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista.
Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)
4. Makanan
Makanan perusak ada dua macam.
Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.
Kedua, merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan
karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi.
Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan: "Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).
5. Kebanyakan tidur
Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.
Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.
Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.
Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Banyak orang yang berpuasa, akan tetapi melakukan beberapa pelanggaran-pelanggaran diatas. Mereka memperbanyak makan karena seharian berpuasa. Ada yang memperbanyak tidur , padahal bulan puasa adalah bulan ibadah bukan bulan untuk memperbanyak tidur. Ada pula yang banyak melamun, bergaul dengan orang-orang rusak dengan alasan untuk menunggu berbuka puasa. Marilah bulan puasa ini kita manfaatkan untuk beribadah, karena tidak ada yang menjamin bahwa kita masih menemui kembali bulan ramadhan tahun depan.
(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah)
Tuesday, 5 March 2013
Mengingat Kematian
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu,kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An Nisaa : 78)
Bagi manusia, mati merupakan suatu kepastian. Semakin besar angka umur seseorang berarti semakin dekat dirinya dengan kematian. Meskipun begitu banyak sekali manusia yang lupa akan mati,bukan berarti pikirannya lupa kalu dia akan mati,tapi lupa akan persiapan menghadapi mati.
Orang yang mati harus punya persiapan,yaitu amal shaleh yang sebanyak-banyaknya utuk bisa berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan yang diridhoi-Nya.
“Barang siapa mengharapkan perjumpaan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. AL Kahfi : 110)
Karena itu setiap kita jangan sampai lupa kepada mati. Didalam islam memang ada perintah untuk selalu ingat mati. Dengan ingat mati,kita akan terangsang untuk memperbanak amal shaleh dan tidak suka menunda-nunda pelaksanaan dari niat untuk melakukan kebaikan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam upaya untuk mengingat mati. Dengan melakukan ini,kita semakin sadar bahwa kehidupan didunia ini memang sementara dan kita akan kembali ke alam kekal yaitu kehidupan akhirat. Hal-hal tersebut adalah :
1. Menjenguk orang sakit
Dalam Islam,seorang muslim disunahkan untuk menjenguk orang sakit guna menghibur, mendoakan dan menasihati orang yang sakit agar tabah dan sabar dalam menghadapi ujian Allah SWT. Disamping itu juga dapat mengambil hikmah.
Salah satu hikmah yang diambil adalah betapa pentingnya kesehatan badan itu. Dengan sakit,tak banyak yang bisa dilakukan seseorang. Bahkan hal-hal yang wajib dilakukannya seperti shalat,tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Manakala seseorang dapat mengambil hikmah dari menjenguk orang yang sakit,maka Allah SWT akan merahmatinya. Rasul SAW bersabda :
“Menjenguk orang sakit membawa keringanan bagi yang sakit dalam membawa rahmat,maka apabila duduk didekat orang sakit melimpahlah kepadanya rahmat.” (HR. Ahmad)
2. Ta’ziyah pada yang mati
Cara lain untuk mengingat mati adalah berta’ziyah kepada orang yang mati. Dalam katian ta’ziyah ini,seorang muslim dituntut untuk mendoakan orang yang mati,menggembirakan orang yang ditinggal mati dan mengurus orang yang mati seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya. Semakin banyak orang yang menshalatkan dan menguburkan tentu semakin baik.
Rasulullah SAW bersabda ; “Cukuplah mati sebagai pelajaran dan keyakinan keimanan sebagai kekayaan.” (HR. Thabrani)
3. Ziarah Kubur
Ziarah kubur sangat dianjurkan dalam Islam karena dengan melaksanakan ini seseorang menjadi sadar bahwa cepat atau lambat diapun akan seperti orang yang ada di dalam kubur,yang hanya ditemani oleh amalnya didunia.
4. Memantapkan iman pada hari akhirat
Agar seseorang selalu ingat mati maka keimanannya kepada hari akhirat yang merupakan masa kembalinya manusia sesudah hidup didunia harus diperkokoh terus. Seorang muslim harus benar-benar yakin akan adanya hari akhirat. Sedangkan orang kafir hanya meyakini kehidupan hanya kehidupan didunia ini saja.
“Dan mereka berkata : “kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja,kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain (waktu),dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah : 24)
Dengan mantapnya keimanan kepada hari akhirat,maka seorang muslim akan selalu berperilaku yang benar dan baik,bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh,tidak meniru-niru gaya hidup yang tidak islami,dan sebagainya.
5. Menghayati dalil kehidupan akhirat
Seorang muslim juga akan selalu ingat mati dengan pembuktian beramal shaleh yang banyak manakala dia suka mengkaji,merenungi dan menghayati dalil-dalil tentang kehidupan akhirat,yaitu surga dan neraka.
Dengan demikian penting sekali arti mengingat kematian dalam arah hidup seorang muslim,sehingga dia akan berhasil mencapai kehidupan di dunia dan akhirat yang hasanah (baik). Semoga kita dapat menyongsong kematian dalam keadaan yang diridhoi-Nya. Amin
Bagi manusia, mati merupakan suatu kepastian. Semakin besar angka umur seseorang berarti semakin dekat dirinya dengan kematian. Meskipun begitu banyak sekali manusia yang lupa akan mati,bukan berarti pikirannya lupa kalu dia akan mati,tapi lupa akan persiapan menghadapi mati.
Orang yang mati harus punya persiapan,yaitu amal shaleh yang sebanyak-banyaknya utuk bisa berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan yang diridhoi-Nya.
“Barang siapa mengharapkan perjumpaan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. AL Kahfi : 110)
Karena itu setiap kita jangan sampai lupa kepada mati. Didalam islam memang ada perintah untuk selalu ingat mati. Dengan ingat mati,kita akan terangsang untuk memperbanak amal shaleh dan tidak suka menunda-nunda pelaksanaan dari niat untuk melakukan kebaikan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam upaya untuk mengingat mati. Dengan melakukan ini,kita semakin sadar bahwa kehidupan didunia ini memang sementara dan kita akan kembali ke alam kekal yaitu kehidupan akhirat. Hal-hal tersebut adalah :
1. Menjenguk orang sakit
Dalam Islam,seorang muslim disunahkan untuk menjenguk orang sakit guna menghibur, mendoakan dan menasihati orang yang sakit agar tabah dan sabar dalam menghadapi ujian Allah SWT. Disamping itu juga dapat mengambil hikmah.
Salah satu hikmah yang diambil adalah betapa pentingnya kesehatan badan itu. Dengan sakit,tak banyak yang bisa dilakukan seseorang. Bahkan hal-hal yang wajib dilakukannya seperti shalat,tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Manakala seseorang dapat mengambil hikmah dari menjenguk orang yang sakit,maka Allah SWT akan merahmatinya. Rasul SAW bersabda :
“Menjenguk orang sakit membawa keringanan bagi yang sakit dalam membawa rahmat,maka apabila duduk didekat orang sakit melimpahlah kepadanya rahmat.” (HR. Ahmad)
2. Ta’ziyah pada yang mati
Cara lain untuk mengingat mati adalah berta’ziyah kepada orang yang mati. Dalam katian ta’ziyah ini,seorang muslim dituntut untuk mendoakan orang yang mati,menggembirakan orang yang ditinggal mati dan mengurus orang yang mati seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya. Semakin banyak orang yang menshalatkan dan menguburkan tentu semakin baik.
Rasulullah SAW bersabda ; “Cukuplah mati sebagai pelajaran dan keyakinan keimanan sebagai kekayaan.” (HR. Thabrani)
3. Ziarah Kubur
Ziarah kubur sangat dianjurkan dalam Islam karena dengan melaksanakan ini seseorang menjadi sadar bahwa cepat atau lambat diapun akan seperti orang yang ada di dalam kubur,yang hanya ditemani oleh amalnya didunia.
4. Memantapkan iman pada hari akhirat
Agar seseorang selalu ingat mati maka keimanannya kepada hari akhirat yang merupakan masa kembalinya manusia sesudah hidup didunia harus diperkokoh terus. Seorang muslim harus benar-benar yakin akan adanya hari akhirat. Sedangkan orang kafir hanya meyakini kehidupan hanya kehidupan didunia ini saja.
“Dan mereka berkata : “kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja,kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain (waktu),dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah : 24)
Dengan mantapnya keimanan kepada hari akhirat,maka seorang muslim akan selalu berperilaku yang benar dan baik,bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh,tidak meniru-niru gaya hidup yang tidak islami,dan sebagainya.
5. Menghayati dalil kehidupan akhirat
Seorang muslim juga akan selalu ingat mati dengan pembuktian beramal shaleh yang banyak manakala dia suka mengkaji,merenungi dan menghayati dalil-dalil tentang kehidupan akhirat,yaitu surga dan neraka.
Dengan demikian penting sekali arti mengingat kematian dalam arah hidup seorang muslim,sehingga dia akan berhasil mencapai kehidupan di dunia dan akhirat yang hasanah (baik). Semoga kita dapat menyongsong kematian dalam keadaan yang diridhoi-Nya. Amin
Wednesday, 20 February 2013
Bacaan Dzikir Yang Ringan Dalam Ucapan Namun Berat Dalam Timbangan
Diantara ucapan-ucapan dzikir yang sangat besar artinya bila kita ucapkan adalah lima kalimat yang dalam al quran dinamakan Baqiyyatush Shaalihaat, yaitu manfaatnya akan terus menerus tiada putus-putus selamanya. Didalam hadist, Rasulullah saw menamakan kalimat itu dengan “ringan dalam ucapan tetapi berat dalam timbangan. Kalimat-kalimat tersebut adalah :
1. Alhamdulillah
Artinya segala puji bagi Allah. Kalimat ini dinamakan “Tahmid” (memuji). Bertahmid artinya memuji Allah dengan mengucapkan kalimat ini yaitu berterima kasih dan bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah riwayat dikatakan, apabila seluruh harta kekayaan dipermukaan bumi ini diserahkan kepada seseorang lalu orang itu mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah lebih besar manfaatnya bagi orang itu daripada harta kekayaannya.
“Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang ada padanya diserahkan kepada seseorang dari umat-Ku ,lalu ia mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah itu lebih baik dan lebih berharga baginya (daripada harta yang banyak itu).” (HR Ibu Sakir)
2. Allahu Akbar
Artinya Allah Maha Besar. Kalimat ini disebut “Takbir”,maknanya mengagungkan Allah. Allah yang kita yakini maha besar dalam segala-galanya,baik zat-Nya,asma-asma-Nya,sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Dia-lah yang senantiasa memberi pertolongan kepada kita yang lemah ini untuk mengatasi segala macam kesulitan dan kesusahan yang kita alami.
3. Subhanallah
Artinya Maha Suci Allah. Kalimat ini dinamakan “Tasbih”. Yang artinya mensucikan Allah. Mensucikan Allah berarti menjauhkan dan membersihkan diri kita dari anggapan-anggapan yang tidak baik kepada Allah. Allah Maha Suci artinya Allah tidak lemah, maha suci dari sifat-sifat kekurangan dan cacat. Semua kejadian di alam ini sekalipun tampak jelek,tidak menyenangkan tapi pasti ada manfaatnya dibalik semua itu. Orang menderita sakit bukan semata-mata Allah menbencinya. Bahkan sebaliknya Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita dengan menghapus dosa-dosa yang melekat dalam diri kita dengan sebab sakit itu. Mungkin Allah juga memberikan peringatan kepada kita agar tidak lupa kepada-Nya disaat sehat.
4. Laa Ilaa ha illallah
Artinya : Tidak ada Ilah kecuali Allah. Kalimat ini disebut “Tahlil” atau kalimat Tauhid. Kalimat ini menegaskan bahwa yang disembah,dicintai, diikuti, ditakuti, tempat berharap, dimintai pertolongan, yang mutlak membuat peraturan, yang berkuasa hanya Allah. Pengingkaran dari sifat-sifat dan perbuatan Allah tersebut menjadikan manusia terjerembab kedalamn kesyirikan baik syirik Akbar (besar) maupun Syirik Ashgar (kecil).
5. Laa haula walaa quwwata illaa billah
Artinya Tiada Daya dan Tiada Kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kekuatan yang dimiliki manusia itu pada hakekatnya milik Allah. Sewaktu-waktu kekuatan itu akan berubah menjadi lemah. Dengan kalimat ini akan tertanan dalam diri kita rasa berserah diri kepada Allah.
Demikianlah lima kalimat yang ringan diucapkan namun berat timbangannya disisi Allah. Itulah indahnya dzkrullah, masih adakan diantara kita yang enggan melakukannya?
Ya Allah,jadikan kami orang yang senantiasa berdzikr kepada-Mu,baik dalam keadaan suka maupun duka. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
1. Alhamdulillah
Artinya segala puji bagi Allah. Kalimat ini dinamakan “Tahmid” (memuji). Bertahmid artinya memuji Allah dengan mengucapkan kalimat ini yaitu berterima kasih dan bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah riwayat dikatakan, apabila seluruh harta kekayaan dipermukaan bumi ini diserahkan kepada seseorang lalu orang itu mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah lebih besar manfaatnya bagi orang itu daripada harta kekayaannya.
“Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang ada padanya diserahkan kepada seseorang dari umat-Ku ,lalu ia mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah itu lebih baik dan lebih berharga baginya (daripada harta yang banyak itu).” (HR Ibu Sakir)
2. Allahu Akbar
Artinya Allah Maha Besar. Kalimat ini disebut “Takbir”,maknanya mengagungkan Allah. Allah yang kita yakini maha besar dalam segala-galanya,baik zat-Nya,asma-asma-Nya,sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Dia-lah yang senantiasa memberi pertolongan kepada kita yang lemah ini untuk mengatasi segala macam kesulitan dan kesusahan yang kita alami.
3. Subhanallah
Artinya Maha Suci Allah. Kalimat ini dinamakan “Tasbih”. Yang artinya mensucikan Allah. Mensucikan Allah berarti menjauhkan dan membersihkan diri kita dari anggapan-anggapan yang tidak baik kepada Allah. Allah Maha Suci artinya Allah tidak lemah, maha suci dari sifat-sifat kekurangan dan cacat. Semua kejadian di alam ini sekalipun tampak jelek,tidak menyenangkan tapi pasti ada manfaatnya dibalik semua itu. Orang menderita sakit bukan semata-mata Allah menbencinya. Bahkan sebaliknya Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita dengan menghapus dosa-dosa yang melekat dalam diri kita dengan sebab sakit itu. Mungkin Allah juga memberikan peringatan kepada kita agar tidak lupa kepada-Nya disaat sehat.
4. Laa Ilaa ha illallah
Artinya : Tidak ada Ilah kecuali Allah. Kalimat ini disebut “Tahlil” atau kalimat Tauhid. Kalimat ini menegaskan bahwa yang disembah,dicintai, diikuti, ditakuti, tempat berharap, dimintai pertolongan, yang mutlak membuat peraturan, yang berkuasa hanya Allah. Pengingkaran dari sifat-sifat dan perbuatan Allah tersebut menjadikan manusia terjerembab kedalamn kesyirikan baik syirik Akbar (besar) maupun Syirik Ashgar (kecil).
5. Laa haula walaa quwwata illaa billah
Artinya Tiada Daya dan Tiada Kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kekuatan yang dimiliki manusia itu pada hakekatnya milik Allah. Sewaktu-waktu kekuatan itu akan berubah menjadi lemah. Dengan kalimat ini akan tertanan dalam diri kita rasa berserah diri kepada Allah.
Demikianlah lima kalimat yang ringan diucapkan namun berat timbangannya disisi Allah. Itulah indahnya dzkrullah, masih adakan diantara kita yang enggan melakukannya?
Ya Allah,jadikan kami orang yang senantiasa berdzikr kepada-Mu,baik dalam keadaan suka maupun duka. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
Monday, 21 January 2013
Tips Meraih Kesabaran
“Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal sholeh, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Huud : 11)
Pengertian Sabar
Secara bahasa, sabar berarti menahan dan mengekang. Sedangkan menurut Al-Quran, sabar mengandung maksud menahan diri atas sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridha Allah swt. Didalam Al-Quran, menurut Ibnu Qayyim, kata sabar disebutkan sebanyak 90 kali. Hal ini menunjukkan betapa sabar merupakan suatu sifat yang memiliki derajat tinggi di sisi Allah swt.
Tips Meraih Kesabararan
Dari sekian banyak nasihat untuk selalu bersabar, ternyata amat sedikit manusia yang mampu mencapainya. Karena bersabar memang sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah swt.
Mengingat berlimpahnya ganjaran yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang sabar, maka sudah semestinya kita senantiasa memburu sifat sabar tersebut agar senantiasa melekat pada diri kita. Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, paling tidak ada delapan tips meraih kesabaran yang bisa ditempuh agar kita dapat meraih derajat shabirin (orang yang sabar). Delapan tips meraih kesabaran tersebut adalah:
1. Memahami Watak dan Hakikat Dunia
Salah satu faktor yang sangat menentukan sabar atau tidaknya seseorang adalah kejelasannya dalam menatap hakikat kehidupan ini. Dunia bukanlah surga tempat kenikmatan yang tiada akhir. Juga bukan tempat menuai hasil dari amal perbuatan manusia. Dunia adalah arena untuk manguji , siapa dari kita yang paling baik amalnya. Firman Allah swt ;
“Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapakah yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk : 2)
2. Memahami Hakikat Manusia
Artinya disini, hendaknya manusia mengetahui bahwa ia dengan segala atribut yang disandangnya pada hakikatnya adalah milik Allah swt. Setiap saat Dia menghendaki, Allah akan mengambil kembali milik-Nya, baik kita suka ataupun terpaksa. Allah lah yang menciptakan manusia dan alam ini. Dia yang mengadakan dari tiada menjadi ada. Dia yang menetapkan atas manusia kehidupan, perasaan, akal pikiran,penglihatan dan nikmat-nikmat lain yang manusia tidak mampu menghitungnya, apalagi membalasnya. Firman Allah swt ;
“Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah datangnya.” (QS. An Nahl : 53)
Apabila musibah menimpa kita, kita harus ingat dan sadar bahwa pada hakekatnya itu berarti bahwa Sang Khalik adalah pemilik nikmat yang sebenarnya.
Maka sunguh beruntung orang yang akan mendapatkan kabar gembira dari Allah, mendapat rahmat dan hidayah-Nya. Meraka adalah orang orang yang ketika ditimpa suatu kesulitan mengatakan “inna lillahi wa inna ilaihiraji’un, sesungguhnya semua kepunyaan Allah dan semua akan kembali pada-Nya”
3. Yakin Akan Balasan Disisi Allah
Al Quran menegaskan bahwa orang sabar telah dijamin oleh Allah dengan balasan yang sangat tinggi nilainya, disaat dia kembali menemui Rabbnya. Firman Allah swt ;
“Alangkah bagus ganjaran orang-orang yang beramal (baik), (yaitu) mereka yang sabar dan bertawakal kepada Rabbnya” (QS. Al Ankabut : 58-59)
“ Dan hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas”.
(QS. Az Zumar : 10)
4. Yakin Akan Adanya Jalan Keluar
Kita harus yakin dengan pertolongan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang beriman. Penyelesaian masalah dari Allah, tidak diragukan lagi, pasti datang, selagi kita rajin mendekatkan diri kepada-Nya. Firman Allah swt ;
“Allah akan memberikan kemudahan setelah kesempitan.” (QS Ath Thalaq :7)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah : 5-6)
5. Memohon Pertolongan Kepada Allah
Sabar merupakan salah satu nikmat dari Allah, yang hanya diberikan kepada hamba-hambanya yang Dia kehendaki. Maka sudah semestinya disamping upaya yang bersifat manusiawi kita juga harus rajin berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Firman Allah swt ;
“Dan bersabarlah kalian, karena Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Anfal : 46)
Rasulullah saw pernah bersabda “Doa itu inti ibadah” (HR. Bukhari)
6. Meneladani Orang-orang Yang Sabar
Mempelajari dan meneladani sejarah hidup orang-orang yang sabar, baik dari kalangan nabi, sahabat, tabi’in, syuhada, ulama maupun shalihin akan mampu membangkitkan kekuatan baru dalam jiwa kita. Kita akan sadar bahwa cobaan yang kita terima belum sebanding dengan apa yang mereka terima. Mereka mampu bersabar dengan sebaik-baik kesabaran. Firman Allah swt ;
“Dan sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka” (QS. Al An’am : 34)
7. Beriman Kepada Qadha’
Sesungguhnya berserah diri dan meyakini kebenaran takdir Allah adalah sesuatu yang terpuji dan disyariatkan. Bahwa segala sesuatu yang menimpa kita adalah diluar kemampuan kita.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu, kecuali telah ditulis dalah kitab (Lauhul Mahfudz ) sebelum Kami menciptakannnya. Sungguh yang demikian itu adalah mudah bagi Allah “ (QS. Al Hadid : 22)
8. Menjauhi Penyakit Yang Merusak Kesabaran
Manusia secara umum, kaum beriman secara khusus, dan orang yang berjihad secara lebih khusus lagi, harus menghindari hal-hal yang dapat merusak kesabaran. Seperti tergesa-gesa ingin keluar dari kesulitan, keluh kesah, buruk sangka kepada Allah dan putus asa dari rahmat-NYa.
“Sabar itu diukur dari sikap saat benturan pertama” (HR. Bukhari)
“Aku tergantung kepada persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (Hadits Qudsi)
“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)
Semoga kita dibimbing oleh Allah untuk senantiasa meniti jalan kebenaran dengan penuh kesabaran, sampai akhir hayat kita. Amin Allahumma Amin
Pengertian Sabar
Secara bahasa, sabar berarti menahan dan mengekang. Sedangkan menurut Al-Quran, sabar mengandung maksud menahan diri atas sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridha Allah swt. Didalam Al-Quran, menurut Ibnu Qayyim, kata sabar disebutkan sebanyak 90 kali. Hal ini menunjukkan betapa sabar merupakan suatu sifat yang memiliki derajat tinggi di sisi Allah swt.
Tips Meraih Kesabararan
Dari sekian banyak nasihat untuk selalu bersabar, ternyata amat sedikit manusia yang mampu mencapainya. Karena bersabar memang sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah swt.
Mengingat berlimpahnya ganjaran yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang sabar, maka sudah semestinya kita senantiasa memburu sifat sabar tersebut agar senantiasa melekat pada diri kita. Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, paling tidak ada delapan tips meraih kesabaran yang bisa ditempuh agar kita dapat meraih derajat shabirin (orang yang sabar). Delapan tips meraih kesabaran tersebut adalah:
1. Memahami Watak dan Hakikat Dunia
Salah satu faktor yang sangat menentukan sabar atau tidaknya seseorang adalah kejelasannya dalam menatap hakikat kehidupan ini. Dunia bukanlah surga tempat kenikmatan yang tiada akhir. Juga bukan tempat menuai hasil dari amal perbuatan manusia. Dunia adalah arena untuk manguji , siapa dari kita yang paling baik amalnya. Firman Allah swt ;
“Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapakah yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk : 2)
2. Memahami Hakikat Manusia
Artinya disini, hendaknya manusia mengetahui bahwa ia dengan segala atribut yang disandangnya pada hakikatnya adalah milik Allah swt. Setiap saat Dia menghendaki, Allah akan mengambil kembali milik-Nya, baik kita suka ataupun terpaksa. Allah lah yang menciptakan manusia dan alam ini. Dia yang mengadakan dari tiada menjadi ada. Dia yang menetapkan atas manusia kehidupan, perasaan, akal pikiran,penglihatan dan nikmat-nikmat lain yang manusia tidak mampu menghitungnya, apalagi membalasnya. Firman Allah swt ;
“Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah datangnya.” (QS. An Nahl : 53)
Apabila musibah menimpa kita, kita harus ingat dan sadar bahwa pada hakekatnya itu berarti bahwa Sang Khalik adalah pemilik nikmat yang sebenarnya.
Maka sunguh beruntung orang yang akan mendapatkan kabar gembira dari Allah, mendapat rahmat dan hidayah-Nya. Meraka adalah orang orang yang ketika ditimpa suatu kesulitan mengatakan “inna lillahi wa inna ilaihiraji’un, sesungguhnya semua kepunyaan Allah dan semua akan kembali pada-Nya”
3. Yakin Akan Balasan Disisi Allah
Al Quran menegaskan bahwa orang sabar telah dijamin oleh Allah dengan balasan yang sangat tinggi nilainya, disaat dia kembali menemui Rabbnya. Firman Allah swt ;
“Alangkah bagus ganjaran orang-orang yang beramal (baik), (yaitu) mereka yang sabar dan bertawakal kepada Rabbnya” (QS. Al Ankabut : 58-59)
“ Dan hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas”.
(QS. Az Zumar : 10)
4. Yakin Akan Adanya Jalan Keluar
Kita harus yakin dengan pertolongan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang beriman. Penyelesaian masalah dari Allah, tidak diragukan lagi, pasti datang, selagi kita rajin mendekatkan diri kepada-Nya. Firman Allah swt ;
“Allah akan memberikan kemudahan setelah kesempitan.” (QS Ath Thalaq :7)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah : 5-6)
5. Memohon Pertolongan Kepada Allah
Sabar merupakan salah satu nikmat dari Allah, yang hanya diberikan kepada hamba-hambanya yang Dia kehendaki. Maka sudah semestinya disamping upaya yang bersifat manusiawi kita juga harus rajin berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Firman Allah swt ;
“Dan bersabarlah kalian, karena Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Anfal : 46)
Rasulullah saw pernah bersabda “Doa itu inti ibadah” (HR. Bukhari)
6. Meneladani Orang-orang Yang Sabar
Mempelajari dan meneladani sejarah hidup orang-orang yang sabar, baik dari kalangan nabi, sahabat, tabi’in, syuhada, ulama maupun shalihin akan mampu membangkitkan kekuatan baru dalam jiwa kita. Kita akan sadar bahwa cobaan yang kita terima belum sebanding dengan apa yang mereka terima. Mereka mampu bersabar dengan sebaik-baik kesabaran. Firman Allah swt ;
“Dan sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka” (QS. Al An’am : 34)
7. Beriman Kepada Qadha’
Sesungguhnya berserah diri dan meyakini kebenaran takdir Allah adalah sesuatu yang terpuji dan disyariatkan. Bahwa segala sesuatu yang menimpa kita adalah diluar kemampuan kita.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu, kecuali telah ditulis dalah kitab (Lauhul Mahfudz ) sebelum Kami menciptakannnya. Sungguh yang demikian itu adalah mudah bagi Allah “ (QS. Al Hadid : 22)
8. Menjauhi Penyakit Yang Merusak Kesabaran
Manusia secara umum, kaum beriman secara khusus, dan orang yang berjihad secara lebih khusus lagi, harus menghindari hal-hal yang dapat merusak kesabaran. Seperti tergesa-gesa ingin keluar dari kesulitan, keluh kesah, buruk sangka kepada Allah dan putus asa dari rahmat-NYa.
“Sabar itu diukur dari sikap saat benturan pertama” (HR. Bukhari)
“Aku tergantung kepada persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (Hadits Qudsi)
“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)
Semoga kita dibimbing oleh Allah untuk senantiasa meniti jalan kebenaran dengan penuh kesabaran, sampai akhir hayat kita. Amin Allahumma Amin
Thursday, 10 January 2013
Mata Yang Takkan Menangis
Dalam sebuah hadits yang berasal dari Hasan Basri Rasulullah SAW bersabda : “Setiap mata manusia di akhirat nanti pasti akan menangis, kecuali empat mata :
1. Mata yang tercongkel keluar dalam perang fi sabilillah
2. Mata yang menangis (selalu di dunia) karena takut kepada Allah
3. Mata yang diajak jaga malam (tahajud) karena takut kepada Allah
4. Mata yang diajak jaga (memelihara) pasukan di bekalang umat Islam
Dalam hadits lain menegaskan :”Setiap mata pada hari kiamat nanti pasti akan menangis, kecuali tiga :
1. Mata yang menangis di dunia karena takut kepada Allah
2. Mata yang dipejamkan dari larangan Allah
3. Mata yang dibuat jaga dalam perang fi sabilillah
Dari dua hadits diatas, maka dapat diambil pelajaran bahwa di akhirat nanti semua umat manusia akan menangis, yaitu menyesal sejadi-jadinya karena tidak beramal shaleh waktu hidup di dunia. Akan tetapi ada 4 kelompok yang tidak akan menangis, karena telah banyak melakukan amal shaleh sewaktu di dunia, yaitu :
Pertama
Mata yang menangis di dunia karena takut kepada Allah, karena merenungi kebesaran Allah, karena merenungi kebodohan diri dan karena menyesali kesalahan yang pernah dilakukan.
Nabi Adam AS. menangis selama 100 tahun sebagai rasa penyesalan diri karena memakan buah khuldi (buah yang dilarang Allah untuk dimakan), sehingga dari air matanya mengalir menjadi sebuah lembah yang diberi nama lembah Sarandih. Nabi Nuh AS. juga menangis selama 300 tahun kerena ditegur oleh Allah tentang putranya (Kan’an) yang ingkar, sehingga pipinya menjadi cekung.
Abu Bakar Ash Shidiq ra sering menangis waktu membaca Al Qur’an. Pada suatu hari Abu Bakar disuruh oleh Rasulullah SAW untuk menggantikan menjadi imam shalat. Namun serta merta disanggah oleh Aisyah :”Ya Rasulullah, ayahanda jangan disuruh menjadi imam” . Mengapa? Tanya Rasulullah. “Kerena ayah sering menangis kalau membaca Al Qur’an.” Jawab Aisyah. “Tidak apa-apa. Itu pertanda positif.” Tegas Rasulullah SAW.
Suatu hari Umar bin Khatab ra ketika berkumpul dengan para sahabat tiba-tiba menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil, lantaran pernah mengubur hidup-hidup anaknya sebelum masuk Islam.
Lalu bagaimana dengan kita? Pernahkan kita menangis karena merenungi kebesaran Allah atau karena menyesali kesalahan kita? Yang ada kita hanya tertawa, bahkan sampai tebahak-bahak. Kita lebih banyak tertawa dan tak pernah menangis. Bahkan ada pelawak yang berkata : “Tertawalah sebelum ada undang-undang yang melarang kita tertawa.”
Allah SWT memperingatkan kita dalam firmannya :
”Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kamu melengahkannya? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS An Najm : 59-62)
Ada 3 perkara yang menyebabkan hati kita keras membatu :
1. Terlalu banyak tertawa. Sebab gelak tawa seseorang menyebabkan dia lengah atau lupa kepada urusan akhirat.
2. Terlalu banyak makan. Sebab jika seseorang kekenyangan, mata menjadi ngantuk dan jika ngantuk pasti lupa urusan akhirat.
3. Omong kosong atau berbicara yang tidak ada perlunya. Apalagi kalau sambil dusta atau memperolok-olokkan orang lain.
4. Nabi SAW bersabda :”Celakalah orang yang berdusta untuk membuat bahan tertawa bagi manusia. Celaka dia,celaka dia. Nabi mengulanginya tiga kali.”
Kedua
Mata yang dipejamkan dari segala larangan Allah. Artinya yang tidak mau menoleh apalagi mengerjakan larangan Allah. Sumber dosa itu ada dua : mengerjakan larangan Allah dan meninggalkan perintah-Nya.
Meninggalkan larangan Allah sering lebih berat daripada mengerjakan perintah-Nya. Banyak orang yang mampu melaksanakan perintah-perintah Allah, tetapi sering tidak mampu meninggalkan larangan-Nya. Dalam kehidupan bermasyarakatpun, ternyata nahi mungkar jauh lebih berat daripada amar ma’ruf. Kita dengan mudah mengajak orang untuk mendirikan shalat, mengajak berpuasa, dan sebagainya. Tapi mampukah kita melarang orang berjudi dikampung kita? Ini adalah tantangan bagi kita dalam menegakkan kalimah Allah SWT. Manusia jaman ini sedang kehilangan rasa, yaitu rasa malu berbuat dosa.
Ketiga
Mata yang selalu diajak bangun malam (tahajud). Tahajjud adalah satu-satunya shalat sunah yang secara tersurat tertulis dalam Al Qur’an.
“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat(derajatmu)mu ke tempat yang terpuji.” (QS Al Isra : 79)
Shalat tahujjud adalah shalat sunah yang paling utama setelah shalat sunah rawatib (shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu). Terutama apabila dilaksanakan menjelang shalat subuh. Sehingga begitu istimewanya, Allah abadikan di dalam Al Qur’an dan bagi yang melaksanakan Insya Allah akan dinaikkan derajatnya ke tempat yang terpuji, baik terpuji dihadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT. Hal ini karena untuk mengerjakannya cukup berat. Ditengah keheningan malam dengan buaian mimpi indah, dan orang lain sedang tidur terlelap, lalu kita bangun untuk mengerjakan amal shalat.
Ada ungkapan arab yang berbunyi : “Segeralah tidur dan segeralah bangun, beruntunglah hidupmu.”
Keempat
Mata yang diajak jaga malam dalam perang fi sabilillah. Artinya mata yang selalu siaga terhadap kemungkinan yang membahayakan umat Islam. Sebab kita sebenarnya selalu diintai musuh-musuh Islam sebagai rivalnya.
Ciri muslim yang baik adalah yang kehidupannya seperti lebah. Tenang, tentram tidak membuat kerusakan. Dimanapun lebah hinggap, tidak ada dahan yang patah. Bahkan selalu mengawinkan benang sari, sehingga terjadi pembuahan. Tetapi kalau sarang lebah dirusak, ia tidak segan-segan untuk mengejar pelakunya. Bahkan sampai menyelam di airpun ia tunggui. Demikian pula kehidupan kita yang baik, tidak membuat kerusakan. Tetapi kalau kita dirusak, jangan surut mundur ke belakang, tetapi kita bela agama Allah SWT.
1. Mata yang tercongkel keluar dalam perang fi sabilillah
2. Mata yang menangis (selalu di dunia) karena takut kepada Allah
3. Mata yang diajak jaga malam (tahajud) karena takut kepada Allah
4. Mata yang diajak jaga (memelihara) pasukan di bekalang umat Islam
Dalam hadits lain menegaskan :”Setiap mata pada hari kiamat nanti pasti akan menangis, kecuali tiga :
1. Mata yang menangis di dunia karena takut kepada Allah
2. Mata yang dipejamkan dari larangan Allah
3. Mata yang dibuat jaga dalam perang fi sabilillah
Dari dua hadits diatas, maka dapat diambil pelajaran bahwa di akhirat nanti semua umat manusia akan menangis, yaitu menyesal sejadi-jadinya karena tidak beramal shaleh waktu hidup di dunia. Akan tetapi ada 4 kelompok yang tidak akan menangis, karena telah banyak melakukan amal shaleh sewaktu di dunia, yaitu :
Pertama
Mata yang menangis di dunia karena takut kepada Allah, karena merenungi kebesaran Allah, karena merenungi kebodohan diri dan karena menyesali kesalahan yang pernah dilakukan.
Nabi Adam AS. menangis selama 100 tahun sebagai rasa penyesalan diri karena memakan buah khuldi (buah yang dilarang Allah untuk dimakan), sehingga dari air matanya mengalir menjadi sebuah lembah yang diberi nama lembah Sarandih. Nabi Nuh AS. juga menangis selama 300 tahun kerena ditegur oleh Allah tentang putranya (Kan’an) yang ingkar, sehingga pipinya menjadi cekung.
Abu Bakar Ash Shidiq ra sering menangis waktu membaca Al Qur’an. Pada suatu hari Abu Bakar disuruh oleh Rasulullah SAW untuk menggantikan menjadi imam shalat. Namun serta merta disanggah oleh Aisyah :”Ya Rasulullah, ayahanda jangan disuruh menjadi imam” . Mengapa? Tanya Rasulullah. “Kerena ayah sering menangis kalau membaca Al Qur’an.” Jawab Aisyah. “Tidak apa-apa. Itu pertanda positif.” Tegas Rasulullah SAW.
Suatu hari Umar bin Khatab ra ketika berkumpul dengan para sahabat tiba-tiba menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil, lantaran pernah mengubur hidup-hidup anaknya sebelum masuk Islam.
Lalu bagaimana dengan kita? Pernahkan kita menangis karena merenungi kebesaran Allah atau karena menyesali kesalahan kita? Yang ada kita hanya tertawa, bahkan sampai tebahak-bahak. Kita lebih banyak tertawa dan tak pernah menangis. Bahkan ada pelawak yang berkata : “Tertawalah sebelum ada undang-undang yang melarang kita tertawa.”
Allah SWT memperingatkan kita dalam firmannya :
”Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kamu melengahkannya? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS An Najm : 59-62)
Ada 3 perkara yang menyebabkan hati kita keras membatu :
1. Terlalu banyak tertawa. Sebab gelak tawa seseorang menyebabkan dia lengah atau lupa kepada urusan akhirat.
2. Terlalu banyak makan. Sebab jika seseorang kekenyangan, mata menjadi ngantuk dan jika ngantuk pasti lupa urusan akhirat.
3. Omong kosong atau berbicara yang tidak ada perlunya. Apalagi kalau sambil dusta atau memperolok-olokkan orang lain.
4. Nabi SAW bersabda :”Celakalah orang yang berdusta untuk membuat bahan tertawa bagi manusia. Celaka dia,celaka dia. Nabi mengulanginya tiga kali.”
Kedua
Mata yang dipejamkan dari segala larangan Allah. Artinya yang tidak mau menoleh apalagi mengerjakan larangan Allah. Sumber dosa itu ada dua : mengerjakan larangan Allah dan meninggalkan perintah-Nya.
Meninggalkan larangan Allah sering lebih berat daripada mengerjakan perintah-Nya. Banyak orang yang mampu melaksanakan perintah-perintah Allah, tetapi sering tidak mampu meninggalkan larangan-Nya. Dalam kehidupan bermasyarakatpun, ternyata nahi mungkar jauh lebih berat daripada amar ma’ruf. Kita dengan mudah mengajak orang untuk mendirikan shalat, mengajak berpuasa, dan sebagainya. Tapi mampukah kita melarang orang berjudi dikampung kita? Ini adalah tantangan bagi kita dalam menegakkan kalimah Allah SWT. Manusia jaman ini sedang kehilangan rasa, yaitu rasa malu berbuat dosa.
Ketiga
Mata yang selalu diajak bangun malam (tahajud). Tahajjud adalah satu-satunya shalat sunah yang secara tersurat tertulis dalam Al Qur’an.
“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat(derajatmu)mu ke tempat yang terpuji.” (QS Al Isra : 79)
Shalat tahujjud adalah shalat sunah yang paling utama setelah shalat sunah rawatib (shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu). Terutama apabila dilaksanakan menjelang shalat subuh. Sehingga begitu istimewanya, Allah abadikan di dalam Al Qur’an dan bagi yang melaksanakan Insya Allah akan dinaikkan derajatnya ke tempat yang terpuji, baik terpuji dihadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT. Hal ini karena untuk mengerjakannya cukup berat. Ditengah keheningan malam dengan buaian mimpi indah, dan orang lain sedang tidur terlelap, lalu kita bangun untuk mengerjakan amal shalat.
Ada ungkapan arab yang berbunyi : “Segeralah tidur dan segeralah bangun, beruntunglah hidupmu.”
Keempat
Mata yang diajak jaga malam dalam perang fi sabilillah. Artinya mata yang selalu siaga terhadap kemungkinan yang membahayakan umat Islam. Sebab kita sebenarnya selalu diintai musuh-musuh Islam sebagai rivalnya.
Ciri muslim yang baik adalah yang kehidupannya seperti lebah. Tenang, tentram tidak membuat kerusakan. Dimanapun lebah hinggap, tidak ada dahan yang patah. Bahkan selalu mengawinkan benang sari, sehingga terjadi pembuahan. Tetapi kalau sarang lebah dirusak, ia tidak segan-segan untuk mengejar pelakunya. Bahkan sampai menyelam di airpun ia tunggui. Demikian pula kehidupan kita yang baik, tidak membuat kerusakan. Tetapi kalau kita dirusak, jangan surut mundur ke belakang, tetapi kita bela agama Allah SWT.
Wednesday, 9 January 2013
Keutamaan Istighfar
Setiap insan memiliki peluang untuk berbuat baik dan melakukan kesalahan atau dosa. Karena itu, orang yang baik bukanlah yang bersih tanpa dosa. Orang yang baik adalah yang selalu mengakui kesalahannya, bertaubat,minta ampun kepada Allah SWT. seraya berusaha tidak mengulangi lagi tindakan dosa yang telah diperbuatnya.
Salah satu upaya pengakuan dosa dihadapan Allah SWT adalah melalui istighfar-memohon ampun atas dosa yang telah,sedang dan mungkin akan dilakukan di hari-hari yang akan datang. Istighfar merupakan suatu usaha dalam mencapai kesucian jiwa dari segala kekeruhan dan kebusukan dosa. Istighfar juga merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga hanya orang-orang sombong sajalah yang enggan melakukan istighfar ini.
Agar kita semakin mantab melakukan amal kebajikan yang merupakan bagian dari aktifitas dzikrullah – yaitu istighfar ini – perlu kita ketahui keutamaan-keutamaannya. Diantaranya adalah :
1. Merupakan Perintah Allah SWT.
Istighfar merupakan perintah Allah SWT. sehingga kita wajib menunaikannya. Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah : 199)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu..” (QS Ali Imran : 133)
2. Amal Yang Dilakukan Rasulullah SAW Setiap Hari
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampun (beristighfar) kepada-Nya,karena sesungguhnya aku (Muhammad SAW) biasa beristighfar dalam sehari seratus kali.” (HR Muslim)
Kalau Rasulullah yang dijamin masuk surga,diampuni segala dosa,dijaga dari segala kesalahan masih beristighfar seratus kali sehari, maka kita yang belum mendapatkan jaminan keselamatan ini seharusnya melakukan hal yang serupa, bahkan sebaiknya lebih dari seratus kali.
3. Sarana Memperlancar Rejeki
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang merasa diperlambat rizkinya, hendaklah dia memperbanyak istighfar kepada Allah SWT.” (HR Al Baihaqi dan Ar Rabii’)
Sabda Beliau yang lain : “Siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan membebaskannya dari kedukaan,memberikan jalan keluar dari kesempitannya, member rizki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR Abu Dawud)
4. Istighfar Mendatangkan Kenikmatan Yang Tiada Putus-putusnya
Bagi orang yang rutin dalam melakukan istighfar,baginya jaminan pahala kenikmatan hidup yang tiada putus-putusnya. Firman Allah SWT :
“Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-NYa. (Jika kamu mengerjakan hal ini) niscaya Dia (Allah) akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan …” (QS Hud : 37)
5. Raji n Istighfar, Terbebas Dari Perasaan Tertekan dan Berduka
Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Aisyah ra Rasulullah SAW bersabda : “Apabila dosa hamba Allah itu banyak dan ia tidak mempunyai amalan yang mampu menutupinya, maka (akan) dimasukkan ke dalam hatinya kedukacitaan (kegelisahan dan ketertekanan). Kedukacitaan itu sebagai penebus dosa-dosa yang diperbuatnya.” (Hadits Syarif)
6. Istighfar Mendatangkan Keselamatan
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan kepadaku dua kunci keselamatan bagi umatku, Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka,dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka selalu beristighfar. Bila aku (Muhammad SAW) telah wafat, maka aku tinggalkan bagi kalian istighfar sampai hari kiamat.” (HR At Tirmidzi)
7. Istighfar Mentramkan Hati
Ketika seseorang dilanda kegelisahan, cemas dan sesuatu yang membuat dia tidak tenang hatinya, maka satu jalan terbaik adalah memperbanyak istighfar. Karena istighfar termasuk bagian dari dzikrullah. Firman Allah SWT : “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tentram.” (QS Ar Ra’d : 28)
8. Mendatangkan Ampunan Allah SWT
“Dan orang-orang yang apabila (terlanjur) melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat Allah,lalu mohon ampun terhadap dosa-dosanya, dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruknya itu, sedang mereka menyadari. Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka.” (Qs Ali Imran : 135-136)
9. Istighfar,Mendatangkan Rahmat Allah SWT
“Hendaklah kamu memintakan ampun (beristighfar) pada Allah, agar kamu mendapatkan rahmat.” (QS An Naml : 46)
10. Orang Yang Istiqamah dalam Istighfar, Dicintai Oleh Allah SWT
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al Baqarah : 222)
Demikianlah istighfar, sebuah amal yang ringan dan mudah dilakukan tapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Akan tetapi ternyata masih banyak diantara kita yang enggan dan malas melakukannya. Padahal Imam Al Ghazalai dalam kita “At Taubat” mengatakan “Bahkan daun timbangan (kebaikan) akan unggul berkat kebaikan-kebaikan kecil , sampai daun timbangan itu menjadi berat dan dapat mengalahkan daun timbangan keburukan. Oleh sebab itu amal yang kecil jangan diremehkan dan jangan anda enggan melakukannya.”
Mari kita memperbanyak istighfar, Astaghfirullahal ‘adziim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaihi..
Salah satu upaya pengakuan dosa dihadapan Allah SWT adalah melalui istighfar-memohon ampun atas dosa yang telah,sedang dan mungkin akan dilakukan di hari-hari yang akan datang. Istighfar merupakan suatu usaha dalam mencapai kesucian jiwa dari segala kekeruhan dan kebusukan dosa. Istighfar juga merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga hanya orang-orang sombong sajalah yang enggan melakukan istighfar ini.
Agar kita semakin mantab melakukan amal kebajikan yang merupakan bagian dari aktifitas dzikrullah – yaitu istighfar ini – perlu kita ketahui keutamaan-keutamaannya. Diantaranya adalah :
1. Merupakan Perintah Allah SWT.
Istighfar merupakan perintah Allah SWT. sehingga kita wajib menunaikannya. Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah : 199)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu..” (QS Ali Imran : 133)
2. Amal Yang Dilakukan Rasulullah SAW Setiap Hari
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampun (beristighfar) kepada-Nya,karena sesungguhnya aku (Muhammad SAW) biasa beristighfar dalam sehari seratus kali.” (HR Muslim)
Kalau Rasulullah yang dijamin masuk surga,diampuni segala dosa,dijaga dari segala kesalahan masih beristighfar seratus kali sehari, maka kita yang belum mendapatkan jaminan keselamatan ini seharusnya melakukan hal yang serupa, bahkan sebaiknya lebih dari seratus kali.
3. Sarana Memperlancar Rejeki
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang merasa diperlambat rizkinya, hendaklah dia memperbanyak istighfar kepada Allah SWT.” (HR Al Baihaqi dan Ar Rabii’)
Sabda Beliau yang lain : “Siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan membebaskannya dari kedukaan,memberikan jalan keluar dari kesempitannya, member rizki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR Abu Dawud)
4. Istighfar Mendatangkan Kenikmatan Yang Tiada Putus-putusnya
Bagi orang yang rutin dalam melakukan istighfar,baginya jaminan pahala kenikmatan hidup yang tiada putus-putusnya. Firman Allah SWT :
“Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-NYa. (Jika kamu mengerjakan hal ini) niscaya Dia (Allah) akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan …” (QS Hud : 37)
5. Raji n Istighfar, Terbebas Dari Perasaan Tertekan dan Berduka
Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Aisyah ra Rasulullah SAW bersabda : “Apabila dosa hamba Allah itu banyak dan ia tidak mempunyai amalan yang mampu menutupinya, maka (akan) dimasukkan ke dalam hatinya kedukacitaan (kegelisahan dan ketertekanan). Kedukacitaan itu sebagai penebus dosa-dosa yang diperbuatnya.” (Hadits Syarif)
6. Istighfar Mendatangkan Keselamatan
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan kepadaku dua kunci keselamatan bagi umatku, Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka,dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka selalu beristighfar. Bila aku (Muhammad SAW) telah wafat, maka aku tinggalkan bagi kalian istighfar sampai hari kiamat.” (HR At Tirmidzi)
7. Istighfar Mentramkan Hati
Ketika seseorang dilanda kegelisahan, cemas dan sesuatu yang membuat dia tidak tenang hatinya, maka satu jalan terbaik adalah memperbanyak istighfar. Karena istighfar termasuk bagian dari dzikrullah. Firman Allah SWT : “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tentram.” (QS Ar Ra’d : 28)
8. Mendatangkan Ampunan Allah SWT
“Dan orang-orang yang apabila (terlanjur) melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat Allah,lalu mohon ampun terhadap dosa-dosanya, dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruknya itu, sedang mereka menyadari. Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka.” (Qs Ali Imran : 135-136)
9. Istighfar,Mendatangkan Rahmat Allah SWT
“Hendaklah kamu memintakan ampun (beristighfar) pada Allah, agar kamu mendapatkan rahmat.” (QS An Naml : 46)
10. Orang Yang Istiqamah dalam Istighfar, Dicintai Oleh Allah SWT
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al Baqarah : 222)
Demikianlah istighfar, sebuah amal yang ringan dan mudah dilakukan tapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Akan tetapi ternyata masih banyak diantara kita yang enggan dan malas melakukannya. Padahal Imam Al Ghazalai dalam kita “At Taubat” mengatakan “Bahkan daun timbangan (kebaikan) akan unggul berkat kebaikan-kebaikan kecil , sampai daun timbangan itu menjadi berat dan dapat mengalahkan daun timbangan keburukan. Oleh sebab itu amal yang kecil jangan diremehkan dan jangan anda enggan melakukannya.”
Mari kita memperbanyak istighfar, Astaghfirullahal ‘adziim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaihi..
Monday, 31 December 2012
Tawakal Kepada Allah
Dalam hidup sudah pasti akan adanya ujian dan cobaan dari Allah swt, dan
kita sebagai manusia harus siap menerima apapun keputusan Allah dalam
perjalanan hidup kita, kita harus tawakkal dan berserah diri penuh kepada-Nya.
Allah SWT berfirman : "Sebab itu bertawakkalah kepada Allah, sesungguhnya
kamu berada di atas kebenaran yang nyata." ( QS. An Naml : 79 )
Kita bisa pahami dari ayat yang mulia diatas Allah swt memerintahkan kepada
kita untuk selalu bertawakkal kepada semua keputusannya, karena semua keputusan
Allah adalah benar, nyata, dan mempunyai hikmah dibalik itu, dan Allah sangat
menyukai orang-orang yang bertawakkal, seperti dalam firman nya,
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal
kepada-Nya." ( QS. Ali ‘Imran : 159 )
"Dan bertawakkalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal." ( QS. Al Maa’idah : 11 )
"Dan bertawakkalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal." ( QS. Al Maa’idah : 11 )
Kalau kita ingin benar-benar menjadi seorang muslim yang mu’min berserahlah
kepadanya jadikan Allah SWT Pelindung didalam semua kehidupan kita. Sebagaimana dalam firman-Nya,
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika
kamu benar-benar orang yang beriman." ( QS. Al Maa’idah : 23 )
"Dan tawakkalah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi
Pelindung."( QS. An Nisaa’ : 81 )
Nabi Muhammad SAW bersabda : "Apabila kalian bertawakkal kepada Allah
sebenar-benarnya bertawakkal niscaya Allah swt akan memberikan rizki kepada
kalian seperti Allah swt memberikan rizki kepada burung yang berangkat pagi
masih lapar dan pulang telah kenyang."
Nabi Ibrahim as berkata : "Hasbunallah wa ni’mal wakiil" ketika beliau akan dilemparkan kedalam api, ini tawakkal yang begitu tinggi yang dicontohkan para nabi.
Nabi Ibrahim as berkata : "Hasbunallah wa ni’mal wakiil" ketika beliau akan dilemparkan kedalam api, ini tawakkal yang begitu tinggi yang dicontohkan para nabi.
Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman pun berkata yang sama ketika
Ayat berkata kepada mereka : "(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan
Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya
manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah
kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka
menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik
Pelindung." (WS. Ali ‘Imran : 173 )
Berkata orang-orang Shaleh : "Siapa orang yang Ridha’, menerima dan menjadikan
Allah SWT sebagai pelindungnya dan bertawakkal kepadanya maka dia akan
mendapatkan jalan kebaikan."
Marilah bersama-sama kita benar-benar berserah
diri kepada-Nya, mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang benar-benar
bertawakkal kepada Allah SWT. Hasbunallah wa ni’mal wakiil.
Friday, 21 December 2012
Meraih Kesucian Hati, Bagaimana Caranya?
Suatu hari, Rasulullah saw menjelaskan kepada kita tentang kedudukan,fungsi dan nilai sebuah organ tubuh yaitu hati. Belia bersabda "Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ingatlah, (segumpah daging) itu adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim)
Dari hadist diatas, dapat dipahami bahwa hati adalah 'panglima' bagi segala tindakan kita. Wajib bagi kita untuk selalu menjaga kesuciannya. Karena kesucian hati akan langsung berpengaruh kepada kebersihan lisan atau ucapan, berpengaruh kepada kebersihan pola pikir dan kebersihan perilaku.
Berikut adalah cara untuk meraih kesucian hati :
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
Seyogyanya, kita meningkatkan rasa harap kepada Allah swt. Kita harus yakin bahwa dibalik kesulitan yang kita alami pasti ada hikmahnya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyrah : 5-6)
2. Meningkatkan Rasa Takut Kepada Hukuman Allah SWT
Di akhirat kelak hanya ada 2 'perumahan', sebagai penampungan manusia. Pertama, perumahan orang-orang beriman, yaitu surga yang penuh dengan kenimatan. Kedua, perumahan yang berisi kenistaan dan kesengsaraan, yaitu neraka. Bila kita ingin hati kita bersih, maka perbanyaklah mengingat siksa neraka.
3. Meningkatkan Rasa Cinta Kepada Allah SWT
Cinta kepada Allah adalah cinta yang tidak bercampur dengan keraguan akan segala aturan-Nya. Cinta yang mampu menumbuhkan sikap "Sami'naa wa atha'naa" (kami mendengar dan kami taati). Barang siapa yang mampu mewujudkannya dialah mukmin sejati. Dia berhak atas surya yang dijanjikan Allah swt.
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (QS. Al baqarah : 165)
"Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku (Muhammad) niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Imran : 31)
Itulah beberapa cara untuk meraih kesucian hati. Bila kita mampu meraihnya, surga akan kita terima namun bila kita menolaknya maka tunggulah azab Allah menimpa.
Mari kita bersihkan hati kita.
Dari hadist diatas, dapat dipahami bahwa hati adalah 'panglima' bagi segala tindakan kita. Wajib bagi kita untuk selalu menjaga kesuciannya. Karena kesucian hati akan langsung berpengaruh kepada kebersihan lisan atau ucapan, berpengaruh kepada kebersihan pola pikir dan kebersihan perilaku.
Berikut adalah cara untuk meraih kesucian hati :
- Meningkatkan Harapan Kepada Rahmat Allah SWT
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
Seyogyanya, kita meningkatkan rasa harap kepada Allah swt. Kita harus yakin bahwa dibalik kesulitan yang kita alami pasti ada hikmahnya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyrah : 5-6)
2. Meningkatkan Rasa Takut Kepada Hukuman Allah SWT
Di akhirat kelak hanya ada 2 'perumahan', sebagai penampungan manusia. Pertama, perumahan orang-orang beriman, yaitu surga yang penuh dengan kenimatan. Kedua, perumahan yang berisi kenistaan dan kesengsaraan, yaitu neraka. Bila kita ingin hati kita bersih, maka perbanyaklah mengingat siksa neraka.
3. Meningkatkan Rasa Cinta Kepada Allah SWT
Cinta kepada Allah adalah cinta yang tidak bercampur dengan keraguan akan segala aturan-Nya. Cinta yang mampu menumbuhkan sikap "Sami'naa wa atha'naa" (kami mendengar dan kami taati). Barang siapa yang mampu mewujudkannya dialah mukmin sejati. Dia berhak atas surya yang dijanjikan Allah swt.
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (QS. Al baqarah : 165)
"Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku (Muhammad) niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Imran : 31)
Itulah beberapa cara untuk meraih kesucian hati. Bila kita mampu meraihnya, surga akan kita terima namun bila kita menolaknya maka tunggulah azab Allah menimpa.
Mari kita bersihkan hati kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tugas Utama Wanita
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. Asma’ binti Abu Bakar ra. pernah datang menghadap Ra...
-
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. Asma’ binti Abu Bakar ra. pernah datang menghadap Ra...
-
Bismillaahirrahmaanirrahiimi, Sabda Rasulullah SAW : “Seorang wanita biasanya dinikahi karena empat hal,yaitu karena hartanya, karena nas...
-
Allah swt tidak akan menarik suatu kenikmatan melainkan Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Tentunya, hal ini kita dapat bersab...